Selain Ramah Lingkungan, Ternyata Biaya Perawatan Mobil Listrik Juga Murah dan Mudah


Jumat, 13 November 2020 - 08:36:12 WIB
Selain Ramah Lingkungan, Ternyata Biaya Perawatan Mobil Listrik Juga Murah dan Mudah Mobil listrik Hyundai Ioniq

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Service General Manager PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Putra Samiaji, mengatakan perawatan mobil listrik itu cukup murah. Terlebih, ada paket gratis jasa dan servis mobil listrik.

"Yang pertama adalah yang jelas kita memberikan program perawatan kendaraan selama 5 tahun atau 75.000 km mana tercapai terlebih dahulu itu gratis jasa dan suku cadang. Jadi customer selama memiliki itu hanya perlu ngecas aja," kata Putra kepada detikOto, Kamis (12/11/2020).

Seperti diketahui, Indonesia menuju era kendaraan elektrifikasi. Salah satunya adalah mobil listrik yang selain ramah lingkungan, perawatannya juga mudah dan murah.

Salah satu pabrikan yang sudah meluncurkan mobil listrik di Indonesia adalah Hyundai dengan Hyundai Ioniq dan Hyundai Kona Electric. 


Interval perawatannya sendiri cukup panjang, yaitu setiap 15.000 km atau 1 tahun sekali mana yang tercapai lebih dulu. Murahnya perawatan mobil listrik karena mobil jenis ini tidak memiliki banyak komponen yang diperlukan untuk diganti secara berkala.

"Kalau komponen terbesar pada perawatan berkala mobil biasa itu paling mahal oli. Bisa 7 liter, kali aja Rp 200.000 atau Rp 100.000 deh paling murah. Itu udah Rp 1 juta lebih untuk olinya saja dan itu berkala setiap 10.000 km. Nah mobil elektrik ini nggak ada olinya. Nggak ada mesinnya," sebut Putra.

Hyundai sendiri baru menginformasikan gratis jasa dan suku cadang selama 5 tahun atau 75.000 km. Di luar itu, Putra belum bisa memberikan angka pasti berapa biaya yang harus dikeluarkan pemilik mobil listrik jika program gratis servis itu sudah berakhir. Namun, ia memastikan biayanya lebih murah dibanding perawatan mobil konvensional.

"Saya perkirakan aja, paling banyak itu selama 5 tahun itu Rp 3 juta," katanya. Ditekankan, Rp 3 juta itu untuk biaya perawatan selama lima tahun.

Adapun yang harus diganti secara rutin adalah filter AC untuk sirkulasi udara di dalam kabin. Selain itu, perawatan lainnya yang perlu dilakukan adalah penggantian coolant atau pendingin baterai. Itu pun diganti setiap 60.000 km.

"Itu untuk yang periodic. Kecuali item-item yang memang aus atau habis pemakaian, misalnya tergantung pemakaian, misalnya kampas rem itu kita cek di setiap periodic maintenance apakah perlu diganti atau belum. Itu tergantung pemakaiannya," ucap Putra. (*)

 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]