Ketika Buk Guru Susilawati Mengajar dengan Mendatangi Rumah Siswa


Jumat, 13 November 2020 - 22:13:36 WIB
Ketika Buk Guru Susilawati Mengajar dengan Mendatangi  Rumah Siswa Salah seorang guru yang dengan setia mengunjungi anak didiknya adalah Ni Komang Susilawati. Ia guru kelas empat di SD Negeri 3 Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng. (Antara)

FEATURE,HARIANHALUAN.COM-Tak semua orang tua mampu beli gadget  untuk anaknya guna belajar secara daring. Sejumlah guru sekolah dasar dengan sukarela keliling ke rumah-rumah siswa untuk melaksanakan proses belajar mengajar.

Salah seorang guru yang dengan setia mengunjungi anak didiknya adalah Ni Komang Susilawati.

Ia guru kelas empat di SD Negeri 3 Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali. Di masa pandemi COVID-19, setidaknya tiga kali dalam sepekan, Susilawati mengunjungi rumah-rumah anak didiknya yang beberapa memang berada di lokasi terpencil.

Di satu rumah ia mengajari siswanya selama satu jam, lalu setelah itu ia naik sepeda motor untuk pindah ke rumah yang lain di desa itu.

Seperti yang dilakukan Kamis (12/11/2020) pagi. Susilawati berada di sebuah rumah warga yang berada di wilayah Banjaran Buah, Desa Pedawa. Ia mengajari empat siswa yang rumahnya saling berdekatan.

"Siswa yang rumahnya berdekatan digabungkan dalam satu kelompok, dan saya mengajar selama sekitar satu jam di satu rumah, lalu setelah itu pindah lagi ke rumah lain untuk mengajar kelompok yang lain," ucap Susilawati.

Jumlah siswa yang ia ajar 22 orang. Siswa sebanyak itu dibagi menjadi enam kelompok. Anggota kelompok ada empat dan tiga orang.

Dalam satu pekan, kelompok-kelompok kecil ini diajar tiga kali. Satu hari diambil dua kelompok. "Selasa diambil dua kelompok, Kamis dua kelompok dan Jumat juga dua kelompok. Setiap kelompok bertemu dengan saya sepekan sekali," tuturnya.

Menurut Susilawati, belajar dengan metode luring (luar jaringan) dengan melakukan tatap muka di rumah siswa adalah pilihan yang tepat di tengah pandemi ini. Di satu sisi sekolah belum diizinkan melakukan pembelajaran tatap muka, sedang di desa itu belum sepenuhnya bisa melaksanakan metode pembelajaran daring, karena siswa tak punya gadget dan sinyal.

"Sulit saya memberikan metode daring. Oleh karena itu, seluruhnya saya berikan dengan metode luring," ujar Susilawati.

Menanggapi fenomena itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Made Astika sempat melakukan pemantauan ke Desa Pedawa untuk melihat aktivitas pembelajaran secara luring di rumah warga. "Metode ini memang bisa dilakukan sepanjang tatap muka yang terjadi tidak melibatkan atau mengumpulkan banyak orang," jelasnya.

Astika mengatakan, pembelajaran luring di Desa Pedawa ini tetap menggunakan protokol kesehatan dengan ketat karena bagaimana pun kesehatan anak didik tetap harus dijaga.

"Karena zona risiko COVID-19 di Buleleng sangat fluktuatif, sehingga pembelajaran secara daring dan luring bisa terus dilakukan sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," kata Made Astika.

Selain di Desa Pedawa, pihak Disdikpora Buleleng juga akan melakukan pantauan ke desa-desa lain yang memang sulit melakukan metode pembelajaran daring, seperti Desa Sepang Kecamatan Busungbiu, Desa Mengening Kecamatan Kubutambahan serta titik-titik lainnya. "Pemantauan akan terus dilakukan," ungkap Astika.

Menurut dia, potensi tatap muka masih ada. Namun, persiapan harus dilakukan. Sekolah harus menyiapkan sesuatunya untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pembelajaran luring ini pun terjadi karena ada orangtua yang belum mengizinkan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka.

"Karena masih khawatir. Tentu keselamatan dan kesehatan anak-anak mereka lebih penting daripada proses pembelajaran tatap muka di sekolah," paparnya. (*)

 Sumber : Antara /  Editor : Dodi

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]