MTQ Nasional di Sumbar, Pengelola Penginapan Rasakan Dampak Ekonomi


Sabtu, 14 November 2020 - 22:51:15 WIB
MTQ Nasional di Sumbar, Pengelola Penginapan Rasakan Dampak Ekonomi Pegawai Balinda Guest House menyambut pengunjung. 

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pengelola penginapan di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) merasakan pergerakan ekonomi terutama meningkatnya hunian. Hal ini diakibatkan oleh rombongan kafilah dan kontingen Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-28 yang dihelat di Kota Padang dan Padang Pariaman 12-21 November 2020.

Pengelola Penginapan Balinda Guest House, Balinda ketika dihubungi harianhaluan.com, Sabtu (14/11/2020) mengatakan semenjak digelarnya lomba MTQ Nasional di Sumbar memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi.

"Alhamdulillah karena MTQ pergerakan ekonomi meningkat, semenjak pandemi Covid-19 melanda," kata Balinda.

Akan tetapi, pihaknya tidak mau untuk mengambil keuntungan sesaat dari tamu, yang mengikuti kegiatan MTQ. Menurutnya, harga sewa kamar masih sesuai dengan harga yang telah diturunkan pihaknya semenjak pandemi Covid-19 melanda.

"Harga sudah kami turunkan sejak Covid-19 melanda sampai sekarang. Dimana, harga yang ditawarkan mulai dari Rp120 ribu - maksimal Rp180 ribu per-hari. Padahal sebelum Covid-19 harga kamar Rp200 ribu - Rp300 ribu per-hari," ucapnya.

Balinda mengatakan dalam berbisnis tidak terlepas dari untung dan rugi, namun pelayanan tetap menjadi skala prioritas. "Alhamdulillah, pegawai kami masih bisa bekerja walaupun didera hantaman ekonomi akibat pandemi ini. Sedangkan, fasilitas sama. Tapi, biasanya pakai sarapan pagi (breakfast) namun sekarang tidak lagi, rate kita turunkan agar bisa bersaing dengan yang lain," bebernya.

Dalam pelayanan terhadap pengunjung, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Bahkan, pihaknya juga menyedian satu kamar khusus untuk masyarakat yang tidak mampu secara cuma-cuma alias gratis.

"Sebenarnya satu kamar cadangan itu bagi siapa yang membutuhkan. Misalnya ada yang tidak mampu, dan kita bisa kasih free apalagi ada melampirkan surat miskin," lanjutnya.

Kendati ekonomi lesu, pihaknya selalu taat pajak. Hal itu dibuktikan dengan Balinda Guest House masuk urutan sepuluh besar sebagai penginapan yang taat pajak. "Alhamdulillah, dampak taat bayar pajak, dari program bantuan dana hibah kementerian pariwisata ekonomi kreatif. Untuk kriteria hotel/Penginapan yang bayar pajak selama Covid-19 masih beroperasi dapat harapan untuk dapat bantuan program ini," katanya.

Saat ini, katanya, Balinda Guest House memiliki 9 kamar yang dilengkapi Air Conditioner (AC) ditambah satu kamar khusus untuk masyarakat yang tidak mampu. Yakni, 6 unit kamar Deluxe harga Rp 180 ribu per-hari dan 2 unit kamar Superior harga Rp 150 ribu. Satu unit kamar Standar harga Rp 120 ribu.

Balinda Guest House salah satu penginapan yang dekat dari pusat kota Padang, penginapan ini berkonsep syariah yang diklaim memiliki fasilitas kamar dan layanan hotel berbintang. Terletak di Komplek Pola Mas U-7, Alai Parak Kopi, Padang. Akses angkutan mudah, angkutan online maupun pribadi dan dekat dengan stasiun kereta api.

Ia menyebutkan, dilantai dua terdapat musala dan tempat santai (lounge) bagi tamu. "Tiap kamar sudah ada AC, LED TV, shower dan ruang kerja. Kami juga menyediakan akses internet gratis melalui jaringan wifi kepada pengunjung," tutupnya. (*)

Reporter : Jefli /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]