Perayaan Natal di Kanada Terancam Dibatalkan, Begini Penjelasan Perdana Menteri Trudeau


Ahad, 15 November 2020 - 00:49:29 WIB
Perayaan Natal di Kanada Terancam Dibatalkan, Begini Penjelasan Perdana Menteri Trudeau Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan istri.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan perayaan Natal terancam batal akibat lonjakan kasus covid-19 di Kanada. Trudeau mengimbau warganya agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat agar tidak terjadi lonjakan kasus di beberapa waktu ke depan.

"Kurangi kontak Anda, kurangi pertemuan Anda akan menjadi yang hal paling penting. Apa yang kita lakukan dalam beberapa minggu mendatang akan menentukan apa yang harus kita lakukan saat Natal," kata Trudeau dikutip dari CNN, Sabtu (14/11).

Lonjakan kasus Covid-19 terjadi di Kanada akibat perayaan Thanksgiving pada 12 Oktober lalu. Akibatnya perayaan Natal terancam batal demi mencegah penularan covid-19 yang lebih luas.

Pada saat Thanksgiving, setiap orang di Kanada berkumpul bersama keluarga, kerabat, maupun teman, memicu terjadinya kerumunan dan kelalaian terhadap penegakan disiplin kesehatan.

Akumulasi kasus covid-19 menurut worldometers per hari ini Sabtu (14/11) mencapai 287.318 kasus, dengan kasus kematian 10.828, dan sembuh 230.646. Akibat lonjakan kasus covid-19, pejabat kesehatan masyarakat memberikan peringatan bahwa fasilitas kesehatan tidak dapat lagi menampung dan memberikan perawatan maksimal jika kembali terjadi lonjakan pada Desember mendatang.

Kepala Petugas Kesehatan Masyarakat Kanada, Theresa Tam mengatakan momen untuk bersantai bersama keluarga memicu orang-orang lengah terhadap tindakan pencegahan penularan covid-19.

"Dalam suasana yang lebih santai seperti pertemuan keluarga, pesta ulang tahun, perayaan hari raya, dan kegiatan rekreasi, adalah hal yang wajar untuk bersantai. Tapi ini bisa berarti mudah untuk melupakan dan lengah terhadap tindakan pencegahan yang diperlukan," ujarnya.

Tam juga memperingatkan kasus positif harian baru bisa lebih dari dua kali lipat hanya dalam beberapa minggu jika warga Kanada tidak melakukan tindakan pencegahan kesehatan secara serius.

Dekan Sekolah Kesehatan Masyarakat Dalla Lana Universitas Toronto, Adalsteinn Brown mengatakan Kanada akan terus mengalami penambahan kasus, meskipun saat ini warga negara bagian Amerika itu menerapkan protokol kesehatan.

"Anda akan terus melihat pertumbuhan kasus, akan melihat lebih banyak kasus ICU, lebih banyak kematian di panti jompo jangka panjang. Bahkan dengan pembatasan baru, jika diterapkan hari ini, masih akan melihat pertumbuhan mortalitas seperti yang diperlukan," tuturnya.

Selain itu, Adalsteinn juga memperingatkan bahwa hanya tindakan pencegahan yang lebih ketat yang akan melindungi rumah sakit Kanada dari bencana pandemi covid-19.

"Saya tidak yakin ada cara kasus akan berubah tanpa tindakan," kata Adalsteinn. Sementara itu, perawatan kesehatan merupakan tanggung jawab dan wewenang setiap provinsi.

Beberapa di antaranya, termasuk Ontario dan Alberta, enggan menerapkan tindakan yang lebih ketat, karena khawatir akan kerusakan ekonomi. Kota-kota besar di Amerika seperti Chicago dan New York melakukan pembatasan yang lebih ketat dan mengeluarkan imbauan untuk tetap tinggal di rumah untuk mengurangi penularan akibat kontak dengan orang luar.(*)

/ Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]