Mahir Gunakan Senpi Berburu, Politisi Solsel Ini Sebut Faktor Genetika


Ahad, 15 November 2020 - 12:28:04 WIB
Mahir Gunakan Senpi Berburu, Politisi Solsel Ini Sebut Faktor Genetika Saat Ali Sabri meraih juara menembak berburu dalam rangka HUT Brimob berfoto bersama Kapolda Sumbar Irjen Pol. Toni Harmanto.

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Mahir dalam menggunakan senjata api (senpi) berburu biasanya identik dengan profesi sebagai TNI-POLRI. Warga sipil yang mahir menggunakan senpi mungkin bisa dibilang tidak sebanyak dari profesi aparat keamanan.

Salah satu warga sipil yang mahir dalam membidik sasaran menggunakan senpi berburu ada di Nagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan, Solok Selatan (Solsel). Kemahiran itu dibuktikan dengan tiga kali raihan juara menembak berburu tingkat provinsi Sumatra Barat (Sumbar).

Sosok tersebut adalah mantan Wali Nagari Bidar Alam yang juga saat ini dipercaya masyarakat sebagai Wakil Ketua DPRD Solsel periode jabatan 2019-2024. Ia adalah politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Ali Sabri Abbas.

Prestasi Ali Sabri dalam menembak tingkat Sumbar yakni, meraih juara 1 lomba menembak berburu dalam rangka HUT Polwan 2020 dan juara 2 menembak kategori Rekasi Senpi Genggam dan juara 3 kategori tembak sasaran.

Sebelumnya, Ali Sabri juga pernah meraih juara menembak berburu tingkat Sumbar yang diadakan Trans7, Safari Nasional Berburu di kabupaten Dharmasraya. Dalam ajang ini, ia meraih juara 2 dalam kategori terbanyak mendapatkan buruan dan juara 2 kategori kelas terberat.

Terakhir, Ali Sabri meraih juara 1 lomba menembak berburu dalam rangka HUT- Brimob yang digelar di lokasi objek wisata Camintoran, Solsel pada 6-8 November 2020. Dan mendapatkan hadiah satu unit sepeda motor trail.

Ali Sabri mulai tergabung dalam Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) Sumbar semenjak 2015 atau sekitar 5 tahun lalu. Di Perbakin Sumbar, Ali Sabri saat ini menjabat Kepala Bidang Berburu.

"Kalau dibilang ahli mungkin belum sebab masih belajar. Saya sebetulnya tidak pernah menggunakan senpi dari kecil namun baru mulai aktif sejak lima tahun belakangan. Akan tetapi, kepandaian ini kiranya disebabkan pengaruh genetik yang turun temurun dari Kakek dan Nenek sampai Ayah saya. Beliau-beliau itu adalah pejuang kemerdekaan di massa penjajahan," kata Ali Sabri pada Harianhaluan.com, Minggu (15/11/2020).

Menurutnya, dahulu sang Kakek dan Nenek memiliki Senpi dan dimusnahkan pada 1982 karena tidak lagi dapat perpanjangan izin. "Orangtua saya mantan pejuang, beliau sering menggunakan Senpi. Kakek saya namanya Sulin dan Orangtua namanya Ibnu Abbas. Bahkan, nenekpun mememiliki Senpi di jaman penjajahan Belanda dulu," katanya.

Sekarang Ali Sabri, memiliki senpi jenis Mouser kaliber 306 dan saat lomba menembak yang diadakan Polda Sumbar ia menggunakan senpi jenis Savage 308 yang merupakan milik temannya. "Saya pinjam karena Senpi milik saya mulai masalah dengan akurasi. Saya baru memiliki senpi semenjak 5 tahun lalu, setelah punya senpi sendiri baru sering latihan," ujarnya.

Pihaknya, memberikan kiat agar sukses dalam mengikuti lomba menembak berburu. "Dalam lomba yang paling penting kurangi stres dengan cara banyak bersenda gurau supaya tidak demam panggung. Lalu, sering latihan karena jika sudah biasa latihan maka akan memudahkan ketika lomba. Terakhir, yang tidak kalah berpengaruh dalam lomba menembak adalah senjata dan amunisi dan suasana hati," tutupnya. (*).

Reporter : Jefli /  Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]