Ketua ICPI: Masa Pandemi Covid-19, Sumbar Harus Fokus ke Pariwisata Berkualitas


Ahad, 15 November 2020 - 14:49:19 WIB
Ketua ICPI: Masa Pandemi Covid-19, Sumbar Harus Fokus ke Pariwisata Berkualitas Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI), Azril Azahari.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah dan stakeholder pariwisata baiknya melupakan pariwisata masal yang targetnya mengejar kuantitas yang hanya sesaat. Kondisi pandemi global memaksa bisnis pariwisata lebih berorientasi kualitas yang berkelanjutan (sustainability).

Hal itu diungkapkan Azril Azahari, merupakan profesor pariwisata pertama di Indonesia yang juga menjabat Ketua Ikatan Cendekia Pariwisata Indonesia (ICPI) dalam Seminar Pariwisata Sumbar dan Pelatihan Softskill Dosen Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, Rancangan Magang Industri Bersertifikat di Aula Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Padang (PNP), baru-baru ini.

Oleh karena itu, kata Azril, Padang harus bisa memikirkan bagaimana Sungai Pisang, lokasi kapal dan batu Malin Kundang atau kearifan lokal Silek Minang dan sistem kekerabatan Matriarkat Minangkabau mampu mengalahkan Bangka Belitung dengan ikon film “Lasakar Pelangi”.

"Ataupun Pulau Bali yang dipopulerkan Julia Roberts dalam film penuh tipuan “Eat, Pray, Love” yang ternyata tak bicara tentang upaya mencari hakikat hidup tapi perjalanan wisata selebritas ke Italia, India, dan Bali itu, misalnya," ujar Azril.

Menurut Azril, pemerintah tidak peka karena masih berorientasi pada target kuantitatif dan ekonomi, dan itu bukanlah tindakan preventif atas pandemi Covid-19, karena malah membuka celah “imported cases”.

Awal pandemi Febuari 2020, kata Azril, Pemerintah mengeluarkan kebijakan insentif untuk hotel & tiket pesawat yang justru membuka peluang meningkatnya aktifitas berwisata wisatawan nusantara (wisnus) dan wisman mancanegara (Wisman). Hanya beberapa daerah yang menutup destinasi dan event pariwisatanya.

"Tindakan Pemerintah ini bersifat setengah hati karena tidak dilakukan dari awal Februari padahal tindakan preventif lebih baik daripada menyembuhkan," ujar Azril.

Azril menyarankan, harusnya stakeholder dan pemerintah sadar bahwa paradigma pariwisata dunia telah bergeser dari paradigma lama 3-S (Sun, Sand, Sea) menuju paradigma baru 3-S (Serenity, Spirituality, Sustainability) atau ketenangan, kepercayaan, dan keberlanjutan.

Pariwisata itu menguasai alam (nature) guna menikmati keindahan fisik alam (tangible) dan pariwisata selaras dengan alam guna mencari kedamaian batin (spirituality & intangible) guna menikmati kesenangan (enjoy) serta mencari ketenangan diri (serenity).

"Mengacu pada hal itu, dalam pandemi global ini kita tak perlu mengejar target jumlah wisatawan namun lebih berorientasi pada pariwisata berbasis kualitas yang berkelanjutan," sebut Azril.

Azril menambahkan, artinya target tak lagi pada jumlah kunjungan tapi pada kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Negara. Sekaitan dengan itu data tenaga kerja dan investasi di sektor ini harus dibenahi secara mandiri. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]