Diskusi KPU dan IJTI Sumbar Terkait Pelaksanaan Kampanye Bersih Tanpa Hoax


Ahad, 15 November 2020 - 15:35:14 WIB
Diskusi KPU dan IJTI Sumbar Terkait Pelaksanaan Kampanye Bersih Tanpa Hoax Diskusi KPU dan IJTI Sumbar Terkait Pelaksanaan Kampanye Bersih Tanpa Hoax

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Sosialisi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat terkait pelaksanaan kampanye bersih tanpa politik uang, hoax dan diskriminasi SARA dilaksanakan di Pangeran Beach Hotel, Minggu (15/11/2020)

Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk diskusi KPU Sumbar yang bekerjasama dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatera Barat dan dikuti sejumlah awak media baik cetak maupun elektronik. 

Demi keberlangsungan kegiatan diskusi, dimoderatori oleh Sherly dari anggota IJTI, John Nedy Kambang sebagai ketua IJTI Sumbar dan Gabriel Daulai merupakan Plt KPU Sumbar.

Sebagai pengantar diskusi, Gabriel Daulai menyampaikan terkait pemasangan iklan di media cetak maupun elektronik oleh pasangan calon tidak diperkenankan.

"Prinsip penyiaran dalam kegiatan di televisi terkait pemberitaan harus seimbang dan harus merata. Artinya media televisi terkait harus mengundang pasangan calon lain untuk ikut berdiskusi" ujarnya.

Kemudian Gabriel juga mengkonfirmasikan bahwa prinsip pemilihan tidak lagi demokratis, melainkan harus aman sehat dan demokratis. Jadi ada dua penambahan prinsip yakni aman dan sehat.

"Terkait itu, KPU mengeluarkan kebijakan dari aspek penyelenggaraan, dimana semua TPS harus dan wajib mengikuti rapid tes. Sehingga semua penyelenggara memang benar sehat dan masyarakat yang datang memilih pun juga aman," terangnya.

Kemudian sebelum diskusi dimulai, Gabriel juga menginformasikan bahwa jumlah pasangan calon sebanyak 49 pasangan baik gubernur maupun bupati dan walikota diseluruh daerah yang melaksanakan Pilkada 2020.

"Empat pasangan calon Gubernur dan wakil gubernur, selebihnya adalah pasangan calon Bupati dan Walikota," tandasnya.

Sementara Ketua IJTI Sumbar, Jonn Nedy Kambang menyampaikan terima kasih kepada KPU mengikutsertakan IJTI dalam memerangi kampanye bersih tanpa politik uang dan sebagainya.

"Ini sesungguhnya momen menarik untuk kita kawan-kawan jurnalis, sehingga bisa berdiskusi langsung dengan penyelenggara pemilu yakni KPU," terangnya.

Kemudian dalam diskusi ini, kata dia, juga dibahas terkait adanya laporan tentang baliho yang difasiilitasi KPU ada gambar paku perlu dipertanyakan apakah ini termasuk pelanggaran.

Dijelaskan John, trmasuk juga salah satu pasangan calon yang melakukan coffee break di TV one beberapa waktu lalu, yang akan menjadi pembahasan hari ini, apakah termasuk pelanggaran atau tidak.

"Sehingga publik bisa terdidik dengan informasi yang betul dan anti hoax. Dan media harus menjadi rumah sebagai pembersih atau menginformasikan yang sebenarnya," tandasnya. (*)
 

Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]