Pembukaan MTQ Nasional ke-28, Berbalut Nuansa Minangkabau dan Islami


Senin, 16 November 2020 - 08:31:22 WIB
Pembukaan MTQ Nasional ke-28, Berbalut Nuansa Minangkabau dan Islami Koreografer nasional asal kabupaten Solok Selatan Hartati.

HARIANHALUAN.COM - Koreografer nasional asal kabupaten Solok Selatan (Solsel) Hartati menyebut penampilan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Ke-28 di Stadion Sikabu Padang Pariaman, Sumatera barat mengangkat nuansa Minangkabau dan Islam dengan tema "Syahadat Mengangkat Harkat". 

Ketika dihubungi Harianhaluan.com, Senin (16/11/2020) Hartati mengaku dalam pementasan pembukaan MTQ Nasional ke-28 pada Sabtu (14/11/2020) malam itu dibagi dalam tiga episode yang melibatkan sekitar 100 orang penari, 30 orang pemusik dan 20 orang aktor. Umumnya mahasiswa seni dan kelompok sanggar seni.

"Naskah dan konsep dari pementasan pembukaan dibagi dalam tiga episode dalam durasi 28 menit yang merupakan karya dari Almarhum Nazif Basir dan Elly Kasim," kata wanita asal Batang Lawe, Solsel itu.

Menurut Hartati, konsep tersebut merupakan karya terakhir dari salah seorang budayawan, seniman tokoh masyarakat 
Minangkabau almarhum Nazif Basir dan suami dari penyanyi legendaris Elly Kasim. "Kami berdiskusi banyak sebelum beliau meninggal sekitar lima bulan lalu. Jadi ini semacam amanah dari almarhum Om Nazif," ucapnya.

Dalam episode pertama pembukaan MTQ Nasional ke-28 mengangkat visual jazirah Arab. Episode ini tentang turunnya surat Al-Mudatsir 1-7, sebagai perintah Allah untuk bangun dari “tidur”, mengagungkan-Nya dan meninggalkan perbuatan keji.

"Koreografi kain putih dari penari, dan visual multimedia kain putih melayang terkesan terbang sebagai simbol mulainya manusia melepaskan atau meninggalkan kelalaiannya dan diakhiri suara Syahadat," kata Koreografer pembukaan Asean Games 2018 itu.

Kemudian, pada episode kedua menampilkan tema Minangkabau dan Islam. Mengangkat peristiwa bukit Marapalam yaitu tentang, pertikaian kaum adat dan ulama -ulama yang menamakan dirinya "Harimau Nan Salapan" pada abad ke-18.

"Mereka saling berhadapan hingga terjadinya konsesus Perjanjian Bukik Marapalam yaitu “Adaik basandi Syarak Syarak 
Basandi Kitabullah”. Sajian episode 2 disampaikan dengan konsep opera dan konsep bertutur dari kekayaan tradisi Minangkabau. Yang Diperankan oleh Chandra Satria (Kaum Ulama) dan Alkawi (Kaum Adat)," ujarnya.

Terakhir, pada episode ketiga menampilkan keberagaman budaya Indonesia dan kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa. "Betapa penting peranan tokoh-tokoh Sumatera Barat pada proses terbentuknya NKRI. Simbol bagaimana masyarakat Minangkabau sangat menghayati keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan koreografi inspirasi dari tari tradisi Indang, menghadap kesatu arah dan diakhiri dengan lantunan surat Al-Imran ayat 103, tentang kerukunan dan persatuan," tuturnya.

Hartati mengungkapkan persiapan latihan hanya memakan waktu sekitar satu bulan disebabkan adanya perubahan agenda disebabkan pandemi Covid-19. Dimana, dalam wacana awalnya meilbatkan sekitar 900 orang penari dan pendukung, tetapi tidak mungkin dilakukan karena Covid-19.

Pementasan pembukaan MTQ Nasional ke-28 ikut dikerjakan oleh Artistic Director: Rama Soeprapto, Choreographer: Hartati, Music Director: Andi Rianto, Composer Tradisional Music: Syahrial Tando, Lighting Designer: Alim Jeni, Multimedia: Surefiver, Costume Designer: Elly Kasim, Show Director: Danny Ceper, Stage Designer: Iskandar Loedin, Juni Azwar dan Artistic consultant: Tom Ibnur. (*)

Reporter : Jefli /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]