Sempat Akui Kekalahan, Trump Kembali Tegaskan Akan Menang


Senin, 16 November 2020 - 09:39:18 WIB
Sempat Akui Kekalahan, Trump Kembali Tegaskan Akan Menang Donald Trump

HARIANHALUAN.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump secara singkat sempat mengakui kekalahannya atas Presiden terpilih AS, Joe Biden, dalam pilpres AS 2020. Namun beberapa saat kemudian, Trump menegaskan dirinya tidak mengaku kalah atas apapun.

Seperti dilansir Reuters, Senin (16/11/2020), Trump memberikan serentetan pernyataan yang bertentangan via akun Twitter-nya pada Minggu (15/11) waktu setempat.

"Dia menang karena pemilu dicurangi," tulis Trump dalam cuitannya pada Minggu (15/11) pagi waktu setempat, tanpa menyebut langsung nama Biden.

"TIDAK ADA PENGAWAS ATAU PEMANTAU PEMILU yang diizinkan, suara ditabulasi oleh perusahaan yang secara privat dimiliki oleh Kiri Radikal, Dominion, dengan reputasi buruk & perlengkapan buruk yang bahkan tidak memenuhi syarat untuk Texas (yang saya menangkan banyak!), Media Palsu dan Bungkam, & banyak lagi!" imbuh Trump dalam cuitannya.

"Semua 'gangguan' mekanis yang terjadi pada Malam Pemilu benar-benar MEREKA yang ketahuan berupaya mencuri suara. Mereka berhasil banyak, entah bagaimana, tanpa ketahuan. Pemilu via surat adalah lelucon memuakkan!" tulisnya lagi.

Sekitar satu jam kemudian, Trump kembali memposting pernyataan yang isinya menegaskan dirinya tidak mengakui kekalahan atas apapun.

"Dia hanya menang di mata MEDIA BERITA PALSU. Saya tidak mengakui APAPUN! Jalan kita masih panjang. Ini adalah PEMILU YANG DICURANGI!" tegas Trump dalam cuitannya.

Dia juga menyatakan keyakinannya bahwa dirinya akan menang pilpres. "PEMILU YANG DICURANGI. KITA AKAN MENANG!" tegas Trump.

Semua cuitan Trump tersebut di atas diberi label peringatan oleh pihak Twitter yang menyatakan bahwa: "Klaim soal kecurangan pemilu ini masih diperdebatkan."

Diketahui bahwa Trump hingga kini belum juga mengakui kekalahannya atas Biden, yang pada 7 November lalu telah dinyatakan memenangi pilpres AS 2020. Pada akhir pekan kemarin, kemenangan Biden semakin diperkuat dengan meraup tambahan electoral votes dari negara bagian Georgia. Saat ini, Biden memperoleh 306 electoral votes melawan Trump dengan 232 electoral votes. Dibutuhkan 270 electoral votes untuk bisa memenangi pilpres AS.

Untuk popular votes, Biden juga unggul jauh dari Trump dengan selisih sedikitnya 5,5 juta suara atau 3,6 persen. Data CNN menunjukkan Biden meraup lebih dari 78 juta suara dan Trump meraup lebih dari 73 juta suara dalam pilpres tahun ini.

Trump dan timnya mengupayakan berbagai gugatan hukum untuk menantang hasil pilpres di beberapa negara bagian. Sejauh ini, beberapa gugatan ditolak hakim setempat. Dalam pernyataan via Twitter, Trump menyatakan akan segera mengajukan 'kasus besar yang menunjukkan inkonstitusional dalam Pemilu 2020'. (*)

 Sumber : detik.com /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]