Angin Segar! UMK 2021 Masih Berpeluang Naik Lagi


Senin, 16 November 2020 - 12:31:19 WIB
Angin Segar! UMK 2021 Masih Berpeluang Naik Lagi Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021 memang hanya sebagian kecil provinsi yang mengalami kenaikan. Namun, selain itu, ada Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2021 yang berpeluang bisa mengalami kenaikan.

Sejumlah wilayah dikabarkan masih terus melakukan pembahasan UMK antara perwakilan pengusaha, buruh, dan pemerintah daerah. Hal ini terkait batas maksimum penetapan UMK 2021 pada 21 November 2020.

Anggota Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) Mirah Sumirat mengungkapkan bahwa daerah dengan pembicaraan alot soal UMK 2021 memiliki kawasan industri yang besar, terutama di Jawa Barat dan Banten. Kedua provinsi ini memang sudah menegaskan tak menaikkan UMP 2021.

"Pengusaha Bogor tetap bilang UMK nggak naik, tapi di sana kawasan industri banyak, misal Citeureup banyak kawasan industrinya. Sementara di Bandung kuat aliansi buruhnya, industri juga banyak, saya kira prediksinya naik," papar Mirah kepada CNBC Indonesia, Senin (16/11).

Kalangan buruh bersikeras meminta adanya kenaikan, sementara pengusaha sebaliknya. Perseteruan ini diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga penetapan UMK. UMK diusulkan oleh wali kota atau bupati dan akan ditetapkan oleh gubernur.

"Tangerang Kota dan Kabupaten diinformasikan ke saya, mereka dalam proses, belum ada keputusan. Meski dari provinsinya nggak naik di Banten," katanya. Masih di kawasan Jabodetabek, wilayah lain yang perlu disorot adalah Bekasi Kota maupun Kabupaten.

Banyak kawasan industri besar di penyangga ibu kota itu, mulai dari EJIP, MM 2100, Jababeka 1 dan Jababeka 2 serta beberapa kawasan industri lain. Umumnya, perusahaan di wilayah tersebut masih beroperasi.

"Harapannya Bekasi nggak ikut-ikutan latah, karena banyak sektor industri. Memang ada yang terdampak, tapi nggak semua terdampak, makanya perlu bijaksana pemerintah, pekerja, dan pengusaha. Tiga komponen tersebut perlu didorong duduk bersama, buka-bukaan aja," katanya.

Ia menyebut diskusi berdasarkan data antara ketiganya perlu dilakukan. Mirah menyebut Serikat Pekerja juga tahu diri dan mengerti posisinya. Kenaikan upah sangat nantinya bakal sangat berdampak pada kenaikan daya beli.

"Di masa pandemi kenaikan yang diminta nggak berlebihan. Paling tidak naik, jangan sampai nggak naik, Untuk mempertahankan daya beli tadi," sebut Mirah.(*)

Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]