Santri Thawalib Padang Panjang Laksanakan Pemilihan Presiden dan Wapres


Senin, 16 November 2020 - 12:37:46 WIB
Santri Thawalib Padang Panjang Laksanakan Pemilihan Presiden dan Wapres Kertas surat suara pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Pethas Perguruan Thawalib.

PADANGPANJANG, HARIANHALUAN.COM - Di tengah suasana menjelang pemilihan kepala daerah di Sumatera Barat pada Desember 2020 ini, di Perguruan Thawalib Padang Panjang juga tengah berlangsung pemilihan Presiden dan Wakil Presien Pelajar Thawalib Sepakat (Pethas) yakni organisasi intra sekolah para santri. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Pethas tersebut dilakukan oleh seluruh santri, Senin (16/11/2020).

Untuk calon presiden dan wakil presiden yang bertarung dalam ajang pemilian ada dua kandidat yang maju, yakni pasangan nomor urut 1 Nur M Fadhil berpasangan dengan Miftah Fayiz Mubarak dan pasangan nomor urut 2 yakni Rizki Azhari berpasangan dengan Arief Rahman Hakim.

Kepala Sekolah Kuliyatul Ulum El-Islamiyah (KUI) Perguruan Thawalib Ermansyah mengatakan, setiap habis masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden Pethas, organisasi para santri, maka dilakukan proses pemilihan.

"Masa jabatan Pethas tersebut hanya satu tahun. Karena sudah habis dilakukan pemilihan," ujarnya. Sebelum kedua kandidat dipilih maka terlebih dulu dilaksanakan debat calon Presiden dan Wakil Presiden Pethas.

Debat disaksikan langsung oleh seluruh santri dan para majelis guru di halaman sekolah Perguruan Thawalib. Layaknya pemilihan presiden, kedua pasangan tersebut harus menyampaikan visi dan misi mereka jika terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden Pethas untuk masa jabatan satu tahun.

Kedua pasangan harus menyampaikan gagasan apa yang akan dilakukan selama memimpin Pethas, agenda dan kegiatan seperti apa yang akan dilakukan. Dalam ajang debat calon, kandidat nomor 1 Nur Muhammad Fadhil dan Miftah Fayis Mubarak mengusung tema "Membawa perubahan menuju kejayaan". Sedangkan kandidat nomor 2 Rizki Azhari dan Arief Rahman Hakim mengusung tema "Bergerak menuju perubahan".

Proses Pemilihan Wakil Kepala sekolah  KUI Perguruan Thawalib Ajisman menambahkan, proses pemilihan diawali pembentukan panitia pemilian oleh para santri sendiri. Kemudian, panitia membuat jadwal mulai dari pendaftaran calon, debat calon sampai kepada pemilihan.

"Semua proses pemilihan dilakukan oleh para santri," katanya. Dari santri Perguruan Thawalib yakni jenjang pendidikan Tsanawiyah dan KUI di kampus putra, terjaring dua calon yang menyatakan siap maju dalam ajang pemilihan. Dari kedua calon tersebut diberikan waktu untuk berkampanye.

"Mereka membuat poster masing-masing kandidat dengan visi misi lalu disampaikan kepada para santri di lingkungan sekolah," jelas Ajisman. Untuk proses hak suara pemilih, untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Pethas selain seluruh para santri, juga para majelis guru dan karyawan di lingkungan sekolah diberikan hak suara untuk mencoblos.

Panitia pemilihan telah mencetak surat suara berisikan foto para kandidat dan nomor urut calon. Kemudian juga disediakan kotak suara dan bilik suara. "Proses pemilihan dilakukan persis sama dengan pemilihan gubernur bahkan pemilihan presiden," kata Ajisman.

Pengurus Ikatan Alumni Perguruan Thawalib H. Delvi menyambut baik dilakukannya proses pemilihan tersebut sebagai ajang pendidikan politik di lingkungan sekolah.

"Memang sudah menjadi tradisi di Perguruan Thawalib bahwa untuk menduduki posisi pimpinan Pethas harus melalui proses pemilihan dan ini sudah berlangsung lama," katanya.

Kata Delvi, dengan adanya proses pemilian dalam organisasi intra sekolah tersebut, maka akan memberikan pendidikan politik bagi para santri. Sebab, para santri akan menempuh pendidikan lebih tinggi dan nanti juga merasakan proses demokrasi di negara ini. (*)

 Sumber : rilis /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]