Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Kadinkes Mentawai Minta Bumil Rutin Perikasa Kesehatan


Selasa, 17 November 2020 - 06:46:06 WIB
Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Kadinkes Mentawai Minta Bumil Rutin Perikasa Kesehatan Salah satu fasilitas kesehatan di Kabupaten Mentawai

MENTAWAI, HARIANHALUAN.COM -- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai Lahmuddin Siregar meminta Ibu Hamil (Bumil) rutin memerikasakan diri ke tempat pelayanan kesehatan yang telah disediaka. Hal itu dilakukan untuk menekan angka kematian bayi dan Ibu melahirkan di Mentawai.

"Saat ini kita memang sedang menghadapi pandemi Covid-19, namun kita di dinas kesehatan tidak fokus dalam satu penyakit saja, tetapi ada kesehatan yang lain juga jadi prioritas dan perhatian kita yaitu penurunan angka kematian bayi dan ibu melahirkan, " terang Lahmuddin kepada haluan.com Senin (16/11) di ruang kerjanya.

Ia menyebutkan setiap Bumil wajib memerikasakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan selama 4 kali sepanjang masa kehamilan, sehingga petugas medis bisa mengetahui kondisi kesehatan pasien secara berkala, sehingga meminimalisir resiko terhadap pasien tersebut. 

Ia memaparkan kasus kematian ibu melahirkan di Kepulauan Mentawai dari tahun ke tahun mengalami penurunan dan bertahan pada angka yang sama yakni Tahun 2015 sebanyak 9 Kasus, 6 kasus 2016, 6 kasus Tahun 2017, 5 Kasus Tahun 2018 dan 3 Kasus Tahun 2019.

"Kalau kita melihat pelayanan kesehatan terhadap ibu melahirkan di Mentawai cukup bagus, bahkan terlihat ada penurunan kasus, di Tahun 2019 dari 1.658 kelahiran 3 orang diantarannya meninggal, kemudian kematian bayi Tahun 2019 sebanyak 39 Kasus," paparnya. 

Menurutnya salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya kesadaran masyarakat atau pasien itu sendiri untuk datang ke fasilitas kesehatan di Desa yang disediakan oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan setempat, bahkan kata dia masih ada ibu melahirkan melalui dukun kampung.

"Bukannya kita melarang, tetapi bagaimana dukun kampung dan tenaga medis di Desa bisa berkolaborasi, bisa bekerja sama, agar secara medis kondisi kesehatan pasien dapat terpantau. Perlu diingat bahwa pelayanan kesehatan terhadap ibu melahirkan dilakukan secara gratis, jadi tidak usah khawatir dengan biaya persalinan," paparnya.

Sementara itu berdasarkan data sementara kasus kematian bayi dan ibu melahirkan pada tahun 2020 Dinkes Mentawai telah mencatat sedikinya terdapat 1.218 kelahiran di Mentawai, dari total kelahiran tersebut 3 diantaranya tercatat kasus kematian Ibu dan 27 kasus kematian bayi.

Untuk meminimalisir terjadinya penambahan kasus pihaknya sejak Tahun 2018 telah mengontrak sebuah rumah di Desa Sipora Jaya Kecamatan Sipora Utara, untuk dijadikan sebagai rumah tunggu untuk pasien, khususnya yang belum memiliki BPJS kesehatan, jadi tidak ada lagi alasan untuk tidak melakukan persalinan dengan tenaga medis. 

" Dengan adanya rumah tunggu bagi pasien melahirkan ini, kita bisa menekan angka kematian bayi dan Ibu melahirkan dan di rumah tunggu ini pasien dibiayai termasuk 2 orang keluarga pasien sampai proses persalinan selesai dan dinyatakan boleh pulang. Sekali lagi kita himbau kepada Masyarakat khususnya Bumil agar mau melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, jangan tunggu parah baru dirujuk, " pungkasnya. (*)

Reporter : Redi /  Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]