Mentawai Kembali Diguncang Gempa, Pakar: Masyarakat Jangan Terlena karena Berpeluang Terjadi Gempa Berikutnya


Selasa, 17 November 2020 - 11:55:34 WIB
Mentawai Kembali Diguncang Gempa, Pakar: Masyarakat Jangan Terlena karena Berpeluang Terjadi Gempa Berikutnya Pakar Gempa sekaligus mantan Kepala Bidang Geologi dan Airtahan Dinas ESDM Sumbar Nuzuwir

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mencatat terjadinya gempa tektonik di Kebupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (17/11/2020). Kekuatan gempa kali ini cukup kuat yakni Magnitudo (M) 6,3.

Getaran gempa terasa di beberapa wilayah di Sumbar seperti di Kota Padang, Painan, Solok, Padang Panjang, Bukittinggi, hingga Pariaman. Meski demikian, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Merespon peristiwa itu, Pakar Gempa sekaligus mantan Kepala Bidang Geologi dan Airtahan Dinas ESDM Sumbar Nuzuwir melihat gempa yang terjadi di Mentawai tersebut titik koordinatnya pas dijalur Megatrust Mentawai, penyebabnya akibat tekanan Lempeng Samudra, Hindia, Australia di sebelah baratnya ke bawah zona subdiksi Pulau Sumatera.

"Kalau melihat gempa ini yang paling terdampak Pulau Pagai Utara, Sipora, Tua Pejat. Perkampungan warga di sekitar sana terdampak karena guncangannya cukup kuat mungkin 4 atau 5 Modified Mercalli Intensity (MMI)," sebut Nuzuwir saat dihubungi Harianhaluan.com, Selasa (17/11/2020).

Jika bicara kerusakan, kata Nuzuwir, tergantung kekuatan lemah atau tidaknya bangunan warga terhadap guncangan gempa. Akan tetapi informasi yang lebih akurat Badan Penanggulangn Bencana Daerah (BPDB) Mentawai yang lebih mengetahui detail kerusakannya.

Menurut Nuzuwir, gempa yang terjadi Mentawai kali ini pengaruh paling besarnya didorong dari Lempeng Samudra karena menekan dari bawah laut. Lempeng Samudra Australia-Hindia ini ditandai dengan munculnya gempa-gempa di pematang Samudra tersebut.

"Itu yang memicu gempa-gempa di benua kalau dilihat secara ilmu tektonik lempengnya. Dari tanda-tanda alam kita mengkorelasikan, kalau kita orang agama dikaitkan dengan agama karena bumi dan langit itu satu. Seperti dilihat dari awan gempa bisa sebagai reflektor, tergantung kita membacanya," ujar Nuzuwir.

Nuzuwir pun memprediksi, jika gempa terjadi di atas 6 magnitudo beberapa menit ataupun satu jam lebih kemudian akan terjadi gempa susulan, namun dipantau dari EMSC belum ada. Maka dapat diartikan akan ada gempa berikutnya, bukan gempa susulan lagi.

"Biasanya kalau gempa yang beranak itu akan lebih kecil gempanya, sekitar 5 dan 4 kekuatannya tapi sudah beberapa jam belum ada gempa susulannya. Kalau saya membacanya masih berpeluang terjadi gempa-gempa berikutnya di titik-titik lain di sekitar Mentawai," kata Nuzuwir.

Lebih lanjut, kata Nuzuwir, kalau gempa berikutnya terjadi di titik koordinat berada di Pulau Pagai dan Siberut dengan kekuatan 6 magnitudo tidak menutup kemungkinan akan terasa kembali getarannya ke Padang, bahkan sampai ke Sijunjung, dan Dharmasraya.

Maka dari itu, Nuzuwir menyarankan kepada pemerintah agar tetap melakukan edukasi ke masyarakat supaya tidak panik. Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan perlu menyiapkan kesiapsiagaan, apalagi yang berada di zona rawan tsunami.

"Jangan sampai terlena, jika seandainya terjadi setidaknya masyarakat sudah siap menghadapi bencana, sudah tahu kemana harus evakuasinya, karena waktunya disaat terjadi gempa yang disertai tsunami itu masyarakat hanya bisa menyelamatkan diri sekitar 20-30 menit," tukasnya. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]