Terkait Pelaporan Penyiaran Paslon Mulyadi-Ali Mukhni di TV One, Kemungkinan Dilimpahkan ke Bawaslu RI


Selasa, 17 November 2020 - 13:29:31 WIB
Terkait Pelaporan Penyiaran Paslon Mulyadi-Ali Mukhni di TV One, Kemungkinan Dilimpahkan ke Bawaslu RI Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pelapor tim Kuasa Hukum pasangan calon nomor 4 Mahyeldi-Audy, terkait penyiaran pasangan calon Mulyadi dimedia televisi TV, telah melengkapi syarat formil dan materil.

"Setelah laporan diterima, kami melakukan rapat pleno dan hasilnya, kepada pelapor diminta untuk melengkapi syarat formil dan materil dan hari ini sudah dilengkapi oleh pihak pelapor," sebut Ketua Bawaslu Sumbar, Surya Efitrimen, Selasa (17/11/2020).

Terkait laporan, kata dia, pihaknya akan melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan Bawaslu RI terkait penanganan laporan tersebut. Artinya, untuk tindaklanjut perkara, masih menunggu informasi dari pusat.

"Karena lokus nya di Jakarta, karena TV One kan adanya di sana. Kalau Bawaslu RI mengambil alih, ya kami teruskan kepada Bawaslu RI," sebutnya.

Sementara diketahui, Pelaporan tersebut, TV One dianggap tidak adil, karena hanya menyiarkan satu pasangan calon yaitu Ir Mulyadi. Kemudian penyelenggaraan secara live hari, Kamis (12/11/2020) dari pukul 09.00-09.30 WIB.

Selaku Kuasa Hukum, Miko Kamal Cs mengatakan, secara prinsipnya, semua media massa termasuk TV sesuai dengan PKPU harus berlaku adil kepada seluruh kontestan pasangan calon yang bertarung di Pilkada 2020, baik Pilkada Gubernur maupun Pilkada Kabupaten dan Kota.

"Dengan kegiatan program tersebut tanpa mengundang pasangan calon lain, sudah ada indikasi bahwa TV one melakukan perbuatan tidak adil kepada semua pasangan calon," sebut Miko.

Terpisah, menanggapi pelaporan itu, Missiniaki Tommi selaku Paslon Mulyadi-Ali Mukhni mengaku bahwa itu adalah haknya Paslon untuk tampil di Televisi.

"Kami menghormati laporan tersebut dan adalah hak pelapor untuk menempuh jalur hukum," ujar Kuasa Hukum Mulyadi-Mukhni, Missiniaki Tommi kepada wartawan, Senin (16/11/2020).

Menurutnya, itu bukanlah pelanggaran, karena itu merupakan hak setiap orang secara pribadi untuk tampil di televisi, seperti calon-calon lain yang juga pernah tampil di televisi, termasuk pasangan calon Mahyeldi-Audy sebagai pihak pelapor.

"Pasangan calon itu (Mahyeldi-Audy) kan juga pernah tampil di televisi, tapi kanapa ketika kami diundang oleh TV One kok dipermasalahkan dan tentu ini tidak ada pelanggaran Pemilu," terangnya. (*)

Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]