Kerabat Luhut Terang-terangan Umumkan Ogah Dukung Mantu Jokowi di Pilkada Medan


Rabu, 18 November 2020 - 06:31:20 WIB
Kerabat Luhut Terang-terangan Umumkan Ogah Dukung Mantu Jokowi di Pilkada Medan Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Dinamika jelang pemilihan wali kota Medan, Sumatra Utara (Sumut), jelang pemungutan suara 9 Desember 2020 kian menghangat. Terbaru, CNN Indonesia melaporkan pariban (kerabat) dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, yaitu Suryani Naiborhu, memutuskan mendukung pasangan calon Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.

Keputusan itu disampaikan Suryani di Rumah Pemenangan Akhyar-Salman di Jalan Sudirman, Medan, Selasa (17/11/2020). Ia memilih tidak mendukung menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni Bobby Nasution, yang berpasangan dengan Aulia Rachman.

Lantas, apa alasan Suryani lebih memilih mendukung Akhyar? "Dari bangku kuliah Pak Akhyar juga sudah bergabung di organisasi nasional. Ketika di politik, juga bergabung dengan yang nasionalis," kata Suryani.

Langkah Suryani juga bertentangan dengan sikap resmi partainya. Seperti diketahui, Suryani adalah kader Gerindra. Sementara itu, dalam kontestasi kali ini, partai besutan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto itu mengusung kadernya, Aulia Rachman, untuk menjadi pendamping Bobby.

Mengenai hal itu, Suryani mengaku tidak takut jika kelak dijatuhi sanksi dari Gerindra. "Ya kita lihat saja nanti. Pergerakan saya, pelayanan saya, dan sejak hari ini saya sudah memutuskan akan sosialisasikan Pak Akhyar Nasution dan Pak Salman untuk menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan," ujarnya.

Suryani lantas mengajak seluruh keluarga dan saudara untuk memilih Akhyar-Salman pada pemungutan suara 9 Desember mendatang. "Di sini saya menyampaikan kepada keluarga, saudara saya yang Kristen jangan ragu memilih Akhyar-Salman. Begitu juga dengan pendukung saya yang 24 persen. Kita nggak usah khawatir terhadap AMAN (Akhyar-Salman)," kata Suryani.

"Kepada teman dan pendukung saya, lintas agama, lintas suku, hari ini saya nyatakan kita dukung Akhyar-Salman," tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Akhyar mengucapkan terima kasih kepada Suryani. Dia mengatakan, dukungan dari Suryani bakal menambah keyakinannya untuk memenangkan Pilkada Kota Medan.

"Komitmen keberagaman Kota Medan ini adalah modal dasar kita membangun Kota Medan. Medan adalah kota yang beragam dan keberagaman ini akan dijaga serta dipelihara," kata Akhyar.

Tak Diusung di Pilkada Medan

Suryani merupakan pariban (anak perempuan dari saudara laki-laki pihak ibu di Suku Batak) dari Luhut. Ia juga menjabat Kepala Cabang Yayasan Del Sumut salah satu sekolah milik Luhut. Perempuan yang menggeluti bisnis kelapa sawit ini tercatat sebagai kader Gerindra sejak 2019 lalu.

Jika ditelusuri, keputusan Suryani membelot dan mendukung Akhyar-Salman memang bukan tanpa alasan. Beberapa waktu lalu, Suryani protes ketika mengetahui Partai Gerindra mengusung Bobby dan Aulia di Pilkada Kota Medan.

"Pada saat itu, Pak Gus Irawan (Ketua DPD Gerindra Sumut) menyampaikan kepada saya 'Wah ini ibu ke mana saja di Medan? Tinggi hasil surveinya, di sini ibu paling tinggi untuk porsi calon wakil wali kota Medan dari bakal calon yang mendaftar di Partai Gerindra'," kata Suryani dalam konferensi pers yang digelarnya di Medan, Rabu (5/8/2020), seperti dilaporkan detik.com.

Suryani juga mengaku dimintai Rp 20 juta untuk pelaksanaan survei tersebut. Dia mengaku telah mentransfer uang itu ke DPD Gerindra Sumut. Dari hasil survei, dia mengaku mengalahkan semua bakal calon lain yang mendaftar dengan persentase 24%.

Setelah mendapatkan hasil survei itu, dia diminta pengurus Gerindra Sumut untuk terus melakukan sosialisasi ke masyarakat. Namanya pun disebut masuk menjadi salah satu yang dikirim DPD Gerindra Sumut untuk memperebutkan rekomendasi dari DPP Gerindra.

"Dan ini ditegaskan pernyataan Bapak Sugiat (Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut), bahwa ada nama saya diusulkan. Kemudian kita menunggu, sambil menunggu saya tetap melakukan sosialisasi," kata Suryani.

"Tetapi kemarin, saya dengar berita dari Waketum bahwa yang diusung adalah berbeda. Bukan nama saya. Ini tentu menjadi pertanyaan saya sendiri," tambahnya.

Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut, Sugiat Santoso, membenarkan hasil survei terhadap Suryani adalah yang tertinggi. Sugiat mengatakan hasil survei itu juga yang membuat DPD Gerindra mengirim nama Suryani ke DPP.

"Iya betul. Itulah kenapa nama Suryani dikirim ke DPP oleh DPD. Ada nama Suryani, termasuk nama Aulia (Anggota DPRD Medan Aulia Rachman) juga. Namun semua juga tahu, kalau keputusan siapa yang diusung, itu ada di tangan DPP Gerindra," ujar Sugiat.

Sugiat juga tidak membantah adanya pengiriman sejumlah uang yang dilakukan Suryani. Menurutnya, uang itu dipergunakan untuk keperluan survei bakal calon yang mendaftar ke Gerindra.

Semua bakal calon juga diminta uang seperti yang dikirimkan oleh Suryani. "Itu kan untuk survei. Bukan hanya beliau saja, semua bakal calon begitu. Kan tidak mungkin kas DPD yang membiayai survei di 23 kabupaten dan kota yang akan pilkada," kata Sugiat.(*)

 Sumber : CNBCindonesia /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]