Abdul Rahman Sosok Pemimpin yang Dekat dengan Ulama, Masjid dan Generasi Muda Islam


Rabu, 18 November 2020 - 14:58:48 WIB
Abdul Rahman Sosok Pemimpin yang Dekat dengan Ulama, Masjid dan Generasi Muda Islam Alnoperi Sangir S.ikom jo Alam.

Masyarakat Minangkabau selalu melekatkan kehidupan sehari-hari dengan ajaran agama Islam, demikian juga dengan masyarakat Solok Selatan. Masyarakat menginginkan sosok pemimpin yang berakhlak sesuai dengan yang diajarkan oleh syari’at Islam sebagaimana Rasulullah Muhammad SAW memimpin umat. H. Abdul Rahman adalah sosok pemimpin yang dikenal dekat dengan ulama, masjid dan generasi muda Solok Selatan. 

Oleh: Alnoperi Sangir S.ikom Jo Alam - Tokoh Agama Solok Selatan

Kedekatan H. Abdul Rahman dengan ulama yang menjadi pewaris para nabi tersebut sering kali terlihat dalam diskusi yang dilakukan oleh H. Abdul Rahman dengan para ulama. Sering kali diskusi tersebut membahas tentang kemaslahatan umat di samping pembahasan-pembahasan fiqih yang diperbincangkan. Jadi setiap keputusan yang diambilnya selalu melalui diskusi dengan ulama atau tokoh agama agar keputusan yang diambil tidak menyalahi syariat Islam. 

Beliau bukanlah sosok yang anti terhadap kritik, tapi adalah sosok yang terbuka terhadap masukan-masukan yang diberikan. Dalam melaksanakan salat fardhu lima waktu, H. Abdul Rahman selalu mengusahakan untuk menyempatkan diri hadir di masjid untuk salat berjamaah. Setelah itu, biasanya beliau tidak langsung pulang. Dia menyempatkan diri untuk berdiskusi baik dengan tokoh agama maupun remaja masjid. 

Perbincangan dengan remaja masjid biasanya diwarnai dengan pembahasan program-program keagamaan yang akan dilakukan oleh remaja masjid tersebut. Tidak hanya berakhir di perbincangan saja, dukungan diberikan oleh beliau sebisanya mulai dari saran terhadap kegiatan yang akan dilakukan oleh remaja masjid sampai pada bantuan dalam bentuk logistik. Dia adalah sosok pemimpin muslim yang selalu mendukung segala bentuk inovasi yang dilakukan oleh anak muda yang memberi manfaat untuk kehidupan.

Dia adalah pribadi yang tekun menjalankan sunnah dari Rasulullah SAW dan berpegang teguh pada Al-Qur’an sebagai warisan yang ditinggalkan oleh Rasulullah untuk umatnya. Dalam setiap sisi kehidupannya, beliau selalu berpedoman pada Al-Qur’an dan sunnah termasuk juga dalam memimpin. Sikap beliau yang lembut dan mudah tersenyum memperlihatkan ketenangan hati dan kejernihan pikiran. 

Beliau bukanlah sosok yang gemar menebar kebencian, beliau adalah sosok yang selalu berusaha menebar kebaikan sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Hal tersebut memperlihatkan bahwasanya sosok H. Abdul Rahman sebetulnya adalah sosok yang menjadikan masjid sebagai ruang sentral dari hidupnya, ruang diskursus di masjid menjadi dasar dari prinsip-prinsip kehidupan beliau termasuk dalam memimpin. 

Setiap keputusan politik dalam ajaran Islam haruslah mengedepankan kepentingan umat dan setiap kebijakan tidak boleh sampai menzholimi umat. Hal tersebut merupakan prinsip dasar dalam Islam yang harus dipegang teguh oleh pemimpin dan harus melekat dalam kehidupannya sehari-hari. Kita secara sederhana bisa menilai calon pemimpin itu dari akhlaknya sehari-hari, akhlaknya sehari-hari tersebut akan memperlihatkan cara ia memimpin umat. 

Rasulullah SAW pernah bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Nu’aim “Ada dua golongan di antara umat manusia yang apabila keduanya baik maka akan baiklah seluruh manusia, dan apabila kedua golongan itu rusak maka rusaklah seluruh manusia, yaitu ulama dan umara” (HR. Abu Nu’aim). Dalam hadist tersebut memperlihatkan bahwa umara (pemimpin) dan ulama (tokoh agama) adalah representasi dari umat, jika ulama dan pemimpinnya baik maka baik pulalah umatnya, demikian sebaliknya.

Ulama dan pemimpin berperan besar dalam menebar kebajikan pada umat, bukan sekedar menduduki jabatan dan menikmatinya, peran ulama dan pemimpin memiliki pertanggungjawaban yang besar di hadapan Allah, bagaikan meletakkan kaki sebelah di surga dan satu lagi di neraka. Keputusan seorang muslim yang baik untuk mau hadir untuk menjadi pemimpin ataupun ulama bukanlah keputusan yang mudah, butuh pertimbangan yang benar-benar matang dan H. Abdul Rahman tentu sudah memikirkan hal tersebut dan berdiskusi dengan para ulama.

Penulis memperhatikan langsung keseharian dari Bapak H. Abdul Rahman ketika bersosialisasi di masyarakat, maklum saja beliau adalah tokoh masyarakat di Solok Selatan yang mungkin bukan hanya penulis saja yang memperhatikan keseharian beliau tapi juga masyarakat Solok Selatan yang lain juga banyak memperhatikan keseharian beliau sebagai tokoh di Solok Selatan. Wallahu ‘alam bi shawab. (*)

Reporter : Agoes Embun /  Editor : Agoes Embun

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]