Makna MTQ Bukan Jadi Pemenang, Tapi Sebagai Panggilan Jiwa


Rabu, 18 November 2020 - 22:02:35 WIB
Makna MTQ Bukan Jadi Pemenang, Tapi Sebagai Panggilan Jiwa Salah satu ajang di MTQ Sumbar yang juga digelar via daring.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Ajang Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-XXVIII yang diselenggarakan di Kota Padang Sumatera Barat dari tanggal 12 hingga 22 November 2020 yang dibagi kedalam 13 Venue lomba dengan Venue Utama berada pada Masjid Raya Sumatera Barat. 

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) merupakan salah satu ajang dalam rangka mempelajari, menggali, memaknai Alquran sebagai pedoman dan petunjuk umat manusia dimuka bumi dalam bersikap, bertindak dan berpijak  sebagai makhluk ciptaan-Nya. Menjadi pribadi yang baik dan tentunya Syurga kelak sebagai hadiah terindah dari sang khalik ketika kita kembali keharibaan-Nya merupakan tujuan hakiki mempelajari Alquran.

Di sela- sela penampilan demi penampilan kafilah, TIM MMC Diskominfo Sumbar berkesempatan memawancarai kafilah cantik asal Kalimantan Selatan, Mar'atun Shalehah (25) bidang tafsir Bahasa Inggris. Dia mengatakan bahwa mempelajari Al Quran adalah panggilan jiwanya. "Al Quran itu tuntunan umat manusia selama kita hidup, jika kita mau hidup dengan baik, kembalilah ke ajaran Alquran," ujarnya lembut.

Ratu, begitu sapaan akrabnya menambahkan bahwa dengan mempelajari Alquran bisa membentuk pribadi yang Qur'ani. Jika ingin tahu kandungan Alquran maka kita harusnya paham dengan arti atau makna yang terkandung dalam setiap ayat Alquran. 

Pendapat yang sama juga disampaikan oleh kafilah asal Sulawesi, Moh. Arif Sah (28). Pengantin baru yang perdana menginjakkan kaki di Ranah Minang ini menegaskan,mempelajari kandungan setiap ayat Al Quran akan menuntun ke dalam kehidupan yang lebih baik. "Mempelajari Alquran adalah keinginan saya dari kecil, karena bagi saya mempelajari Alquran akan memproteksi diri kita dari hal buruk," ucap Arif begitu dia biasa dipanggil menjelaskan. 

Keluar sebagai pemenang dalam ajang MTQN ke-XXVIII pastilah keinginan setiap kafilah yang tampil, akan tetapi mempelajari Alquran sebagai pedoman manusia dimuka bumi ini, tentulah tujuan utama agar kita tidak tersesat kedalam hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.  Semoga kita menjadi insan yang Qur'ani. Insha Allah. (*)

Reporter : Agoes Embun /  Editor : Agoes Embun

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]