Eksklusif! Pimpinan Proyek Jembatan Kelok 9 Bicara Peran Mulyadi


Kamis, 19 November 2020 - 13:22:12 WIB
Eksklusif! Pimpinan Proyek Jembatan Kelok 9 Bicara Peran Mulyadi Ir. H. Dahler

HARIANHALUAN.COM - Calon Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) nomor urut 1 Mulyadi telah dikenal masyarakat luas sebagai sosok dibalik percepatan pembangunan Jalan Kelok 9. Mantan Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Kementerian PU, Ir. H. Dahler yang saat ini sudah pensiun membeberkan kesaksiannya yang saat itu sebagai orang yang bertanggung jawab penuh atas pembangunan Jembatan Kelok 9.

Dahler yang lebih dikenal sebagai Pimpinan Proyek Jembatan Kelok 9 ini menyebut, Jembatan Kelok 9 dimulai pembangunan pada tahun 2003. Namun pada pelaksanaannya tidak berjalan mulus karena terkait minimnya anggaran yang dikucurkan tiap tahunnya untuk pembangunan Kelok 9. 

Dahler mengungkapkan, dari tahun 2003-2010 atau sekitar tujuh tahun anggaran untuk membangun Jalan Kelok 9 baru 200 miliar rupiah. Sedangkan, untuk menyelesaikan mega proyek di Limapuluhkota tersebut dibutuh 650 miliar rupiah. Menurut dia, hal itu dikarenakan kurangnya kekuatan politik di tingkat pusat sehingga jembatan yang dibangun dengan tenaga lokal tersebut tersendat-sendat pembagunannya. 

"Dalam pembangunan Kelok 9 ini perjuangannya sangat berat, memakan biaya total hingga 650 miliar. Dimulai pada tahun 2003 sampai tahun 2010, setelah tujuh tahun itu progres masih di bawah 50 persen. Jadi kita karena kucuran dana yang terbatas dan hampir kita frustasi. Bangunan yang berdiri seperti sudah menjadi monumen di tengah hutan itu," ucap Dahler.

"Dikasih dana 10 M setahun, paling-paling 30 M, padahal ini perlu dana lebih kurang 400 M lagi," imbuhnya.

Pada tahun 2010, Dahler bertemu dengan Mulyadi pada sebuah acara di gubernuran. Dia sempat berbincang dengan Mulyadi terkait pembangunan di Sumbar. Pada saat itu, Dahler menyebut bahwa Mulyadi mengeluarkan ucapan yang membuat dirinya kagum dengan pria kelahiran Bukittinggi tersebut. Yakni, Mulyadi menyampaikan komitmennya untuk membantu masyarakat karena telah diberikan amanah di Senayan.

"Pertama kali bertemu saat dia mengadakan pertemuan di gubernuran dan dia menyatakan berkomitmen daerah pemilihannya. Jadi dia (Mulyadi) bertanya apa yang harus dia bangun?Pertama kali, kita memang mengharapkan Kelok 9 ini selesai dengan cepat," kenang Dahler.

Dahler pun menyampaikan kepada Mulyadi kenapa penting Kelok 9 tersebut. Mengingat jalur tersebut merupakan jalur utama dari Sumbar ke Riau yang akan menggerakkan ekonomi kedua provinsi tidak boleh lagi hanya difasilitasi dengan jalan yang kecil atau jalan lama yang sering macet. Apalagi jika terjadi kecelakaan di jalur lama Kelok 9, akan menyebabkan lumpuhnya akses Sumbar-Riau dan ekonomi masyarakat pun akan terganggu karena banyak hasil bumi di jual ke Riau.

"Setelah kita sampaikan kegunaannya, penghematannya kalau selesai nanti Pak Mulyadi langsung semangat. Karena waktu itu dia Wakil Ketua Komisi V DPR RI, langsung menelfon Pak Menteri PU dan meminta komitmen Menteri PU untuk diselesaikan dalam waktu dekat," tutur Dahler.

Tak sampai di situ, dia mengatakan Mulyadi terus mengawal anggaran untuk Kelok 9 dari Senayan. Semasa menjadi pimpinan Komisi V tersebut, Mulyadi terus menghubungi Dahler untuk memantau dan melihat perkembangan pembangunan Kelok 9. 

"Setiap tahun dia tanya, apa lagi? berapa lagi perlu untuk selesai?. Kita sudah siap dengan schedule dan planningnya kan dan berapa yang kita butuhkan dia kasih. Kita pun melaksanakan dengan penuh tanggungjawab, enggak asal-asalan," ujarnya.

"Mulai saat itulah, Kelok 9 digenjot pelaksanaannya dari 2010, 2011, 2012, 2013 sampai diresmikan oleh Pak SBY," tuturnya.

Lebih lanjut, Dahler menjelaskan Mulyadi yang dia kenal selama menjadi Anggota DPR RI sangat punya komitmen yang kuat membangun tanah kelahirannya dan memperjuangkan kepentingan masyarakat sesuia amanah yang diberikan. Dahler mengatakan, tanpa peran Mulyadi saat itu dan hanya mengacu pada anggaran biasa, tanpa kerja politik di Senayan, Jembatan Kelok 9 belum akan selesai hingga saat ini.

"Kita merasakan dan kita bisa lihat dari anggaran itu. Sudah 7 tahun belum 50 persen tapi dia dalam tiga tahun sampai 2013 itu tuntas. Kalau enggak ada Pak Mulyadi enggak selesai. Sekarang mungkin enggak selesai," ujarnya. (*)

 Sumber : rilis /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]