Berantas Raja-Raja Kecil di BUMN, Erick Thohir Lakukan Ini


Kamis, 19 November 2020 - 22:44:03 WIB
Berantas Raja-Raja Kecil di BUMN, Erick Thohir Lakukan Ini Erick Thohir

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri BUMN Erick Thohir mendorong agar perusahaan swasta bisa bekerja sama dengan BUMN dalam beberapa proyek strategis. Tujuannya agar saling menguntungkan, harapannya dengan ada kerja sama dengan swasta BUMN bisa lebih membaik kinerjanya dan mencegah adanya raja-raja kecil di BUMN yang tanpa pengawasan dan transparansi.

Erick memberikan contoh mengenai industri mabel Indonesia yang masih banyak impor kayu. Ini harusnya bisa diatasi dengan kerjasama BUMN dengan pelaku usaha swasta di bidang hutan tanaman industri.

"Contoh misalnya kalau berpartner dengan BUMN di luar negeri, waktu bawa barang ke dalam mestinya aksesnya lebih gampang. Toh memang yang namanya kebetulan memang itu banyak impor. Atau misalnya kita punya lahan lebih luas. Industri mebel di Indonesia kalau tidak salah bahan bakunya masih impor karena kayu-kayunya," kata Erick Thohir dalam acara Jakarta Food and Security Summit ke-5 Tahun 2020 yang berlangsung pada Kamis (19/11/2020).

Menurut Erick, dengan kolaborasi BUMN dan swasta, bisa dilakukan mapping bersama untuk mengisi kebutuhan dari impor. "Nah kenapa kita nggak mapping bareng, berapa sih kebutuhan kayu impor di Indonesia untuk mebel kualitas tinggi, yang di mana bisa dikirim ke luar negeri juga. Kalau memang itu bisa ditanam di Indonesia, kenapa tidak?" bebernya.

Apalagi, menurut Erick Perhutani punya lahan hampir 2 juta hektare. Lahan itu bisa dimanfaatkan sebagai substitusi barang baku impor. "Toh Perhutani kita punya lahan hampir 2 juta hektare. Daripada lahannya ini sama oknum diambil, dijadikan bancakan, ya nggak? Kalau kita berpartner dengan private sector yang memang juga ahlinya, nah daripada lahan ini hilang kan dijaga sama private sector-nya, dengan cara win-win," ucap Erick.

Erick mengakui bahwa pihak swasta lebih punya pengalaman mengenai dunia industri. Karenanya, BUMN sebenarnya juga perlu peran swasta. "Karena kan yang mengerti industrinya Kadin lebih dalam dibandingkan kami di BUMN. Kita punya muscle, punya infrastruktur, accessibility yang kuat, tapi untuk knowledge daripada berbisnisnya lebih jago Kadin-lah. Walaupun banyak juga sekarang generasi muda dari private sector masuk ke BUMN," paparnya.

"Tapi konsepnya harus win-win. Makanya dari statement awal saya tidak mau ada birokrasi yang menghambat di Kementerian BUMN. Saya tidak mau ada raja-raja kecil di BUMN, kita harus GCG, transparan. Tapi saya juga mau cari partner di swasta jangan yang ngakalin BUMN. Jadi win-win. Dan selama hasilnya ada I think we will fine. Karena dividen yang kami berikan ke pemerintah kan ujung-ujungnya buat rakyat juga," lanjutnya.(*)

 Sumber : CNBCindonesia /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]