Polokda Unand: Debat Publik Pilgub Sumbar Bukan Sekedar Orkestra Kata-kata


Jumat, 20 November 2020 - 00:30:01 WIB
Polokda Unand: Debat Publik Pilgub Sumbar Bukan Sekedar Orkestra Kata-kata Ketua Polokda Unand, Aidinil Zetra. Ist

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pusat Studi Politik Lokal dan Otonomi Daerah (Polokda) Universitas Andalas (Unand) menilai debat publik dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumbar 2020 di masa pandemi virus Corona atau Covid-19 ini menjadi krusial baik bagi paslon maupun bagi pemilih.

"Kampanye yang telah dilaksanakan oleh para Pasangan Calon (Paslon) sejak 26 September lalu, ternyata belum mampu membentuk atmosfir positif kampanye Pilkada yang bernuansa programatik," kata Ketua Polokda Unand, Aidinil Zetra, kemarin.

Aidinil melihat, masyarakat yang terpapar visi, misi, dan program kerja kandidat masih terlalu minim. Harapan masyarakat sangat tinggi pada debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yang akan digelar pertama kali tanggal 23 November ini.

Ada beberapa catatan Polokda Unand untuk pradebat ini, kata Aidinil, pertama, sikap dan posisi KPU Provinsi, moderator, tim penyusun materi debat dan EO yang terlibat  harus benar-benar netral. Kedua, Debat sesungguhnya adalah dialektika, biarkan menjadi uji publik bagi para pasangan calon.

"Yang penting KPU menetapkan aturan main yang dapat menjadi rambu-rambu. Seperti tema, posisi moderator dan tim penyusun materi debat, alur setiap segmen," sebut Aidinil.

Selain itu, sambung Aidinil, perlu juga disepakati larangan agar pertanyaan tidak naif dan sangat teknis. Misalnya menggunakan singkatan dan juga pertanyaan teknis yang sangat spesifik di bidang tertentu sekedar untuk mempermalukan lawan.

Pertanyaan dan jawaban harus menggambarkan debat Gubernur dan Wakil Gubernur yang mendeskripsikan dan memperdalam isu-isu publik di Sumatera Barat saat ini dengan berbasis data dan argumentasi.

"Harapan kami, sejatinya, ada hak dan kebutuhan publik yang harus dipenuhi dari debat yang akan diselenggarakan ini. Secara prinsip, kami berharap debat Publik ini bukan menjadi panggung seremonial sandiwara," harap Aidinil.

Lebih lanjut, kata Aidinil, debat publik ini mestinya menjadi wadah uji publik untuk meyakinkan hati dan menguatkan nalar dari para pemilih Sumatera Barat. Tak cukup hanya orkestra kata-kata atau citra fatamorgana.

Debat membutuhkan padunya argumentasi berbasis data dan jelasnya orientasi penyelesaian masalah dan strategi memajukan Sumatera Barat.

"Semoga semua Paslon betul-betul mempersiapkan ide, gagasan, terobosan kebijakan, program konkrit untuk diadu didepan publik pemilih Sumbar," tukasnya. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]