Dosen Politeknik ATI Padang Berbagi Tips Cara Membuat Bioplastik dari Pati Bingkuang


Jumat, 20 November 2020 - 01:46:47 WIB
Dosen Politeknik ATI Padang Berbagi Tips Cara Membuat Bioplastik dari Pati Bingkuang Dosen Politeknik ATI Padang, Sri Elfina.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Dosen Politeknik ATI Padang, Sri Elfina memaparkan cara mengeloh batu kapur atau limestone agar bernilai jual tinggi. Menurut dia, perlu diolah menjadi kalsium karbonat. Jika dilihat di Sumbar khususnya Kota Padang, bingkuang hanya dijual di jalan dan sebagai bahan mentah.

Untuk meningkatkan nilai jual dari bingkuang tersebut, kata Sri, pihaknya telang mengkompain dengan menjadikan pati bingkuang berupa bioplastik dan ditambah dengan pilan dari aplikasi batu kapur itu.

"Alhamdulillah sudah jadi bioplastiknya dari tahun 2011 lalu. Ini berwarna-warni karena ditambahkan dengan pewarna makanan. Dan kami terus melakukan penelitian bioplastik, tahun ini kami membuat bioplastik dengan batu kapur dirubah menjadi presipi dan divaksinasi kembali," jelas Sri saat Gobrol Bareng Dosen (Gosen) Series Politeknik ATI Padang, kemarin.

Sri juga berbagi ilmu cara membuat pati. Bagi Sri, membuat pati tidak terlalu sulit karena harus memahami teknik pembuatannya. Pati yang berasal dari bingkuang terlebih dahulu harus dibuka, diparut, setelah itu disaring.

Untuk proses pengendapannya, Sri menyarankan, jangan pernah lebih dari 30 menit maupun kurang dari waktu itu. Karena membuat getah dari bingkuang akan ikut. Tahap selanjutkan dikeringkan, dan diprose menjadi pati. Kemudian, tepung pati dihaluskan kembali.

"Untuk pati untuk dijadikan bioplastik kami melalukan beberapa perlakuan. Pertama, variasi suhu pemasana dimana suhunya 60 sampai 95 derajat celcius. Plastik yang bagus terjadi pada suhu 80 karena kalau kurang dari 80 patikan tidak akan berbentuk atau menggumpal," tutur Sri.

Namun jika melebihi dari suhu 80 derajat celcius akan membentuk gelembung udara. Tak hanya itu, bioplastik sari bingkuang ini, kata dia, juga dibuat dari variasi berat pati. Beratnya terdiri dari 7 sampai 11 gram yang terbaik hasilnya setelah dilakukan analisa terdapat pada berat pati 5 sampai 7 gram.

"Cuma diwaktu yang 5 gram ini memakan waktu yang lama sekitar 30 menit. Sementara waktu 7 gram hanya memakan waktu yang sedikit antara 15 sampai 20 menit," kata Sri. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]