Sumbar Tak Mau Gegabah Urusan Vaksin Covid-19


Jumat, 20 November 2020 - 02:17:42 WIB
Sumbar Tak Mau Gegabah Urusan Vaksin Covid-19 Dok Iggoy el Fitra, ANTARA FOTO

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan, terkait dengan vaksin Corona atau Covid-19 saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari pusat. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) masih melakukan uji klinis, seperti saran Presiden melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) tidak boleh gegabah.

"Untuk urusan vaksin tidak boleh gegabah, tidak boleh cepat-cepat kalau kesehatan kurang baik. Biar lama tapi hasilnya baik dan bagus untuk kesehatan, artinya tepat untuk kesehatan," kata Irwan, kemarin.

Sehingga kata Irwan, memang perlu waktu untuk diuji oleh BPOM jadi ditunggu saja kabarnya. Karena di daerah hanya menunggu informasi dari pusat.

"Kalau uji klinis kita tidak ditunjuk, yang ditunjuk Jawa Barat. Kalau ditunjuk kita siap, karena itu hanya uji sampel," ulas Irwan.

Terkait pengajuan kuota vaksin, Irwan menjelaskan, bahwa hal tersebut berdasarkan proposional dari jumlah penduduk. Sumbar jatuhkan dengan 5,3 juta penduduk maka dapat jatah sebesar 53.000 vaksin.

"Nanti kita tunggu arahan kepada siapa yang diutamakan terlebih dahulu diberikan vaksinnya," sambung Irwan.

Kendati demikian, tambah Irwan, Sumbar sudah melakuka antisopasi lantaran ada dana APBN, APBD Provinsi, Kabupaten/Kota dan mandiri. Provinsi juga sudah menyiapkan anggaran pada tahun 2021 sebesar Rp80 miliar.

"Jika ada yang mampu silahkan mandiri. Kalau provinsi untuk covid-19 sudah dianggarkan tahun 2021 Rp80 miliar lebih, bisa dipakai untuk kepentingan covid, vaksin, termasuk dibutuhka lab, tenaga kesehatan, rumah sakit," tukas Irwan.

Sebelumnya, mengenai adanya vaksin Covid-19, Gubernur mengimbau, agar semua pihak bisa melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat, supaya mereka bisa menerima hadirnya vaksin tersebut.

"Tentunya bagaimana kita bisa menyampaikan ke masyarakat dengan bahasa yang mudah dimenggerti dan dicerna dengan baik, maka masyarakat lebih cepat menerimanya," ucapnya.

Hadirnya vaksin ini pastinya ada yang pro dan kontra. Tugas dari Pemprov dan kabupaten kota harus bisa meluruskan keberadaan vaksin ini, agar masyarakat kita bisa lebih paham dan menerima adanya vaksin ini.

"Jadi kebijakan kita yaitu, sosialisasikan secara masif manfaat vaksin, yaitu untuk antisipasi penularan Covid-19. Selanjutnya yaitu anggaran," imbuhnya. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]