Erick Buka-bukaan Soal Holding BUMN Klaster Pangan


Jumat, 20 November 2020 - 11:28:56 WIB
Erick Buka-bukaan Soal Holding BUMN Klaster Pangan Erick Thohir

HARIANHALUAN.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir Buka-bukaan soal pembentukan holding BUMN klaster pangan. Holding BUMN Pangan sudah terbentuk, yang terdiri dari 9 perusahaan pelat merah.

Induknya adalah PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Adapun anggotanya adalah Berdikari, Perikanan Indonesia (Perindo), Perikanan Nusantara (Perinus), Pertani, Sang Hyang Seri, PT Bhanda Ghara Reksa (BGR Logistics), Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan PT Garam.

"Strukturnya alhamdulillah kemarin sudah disetujui di mana RNI menjadi holding, Berdikari anak perusahaan. Untuk perikanan, Perinus dan Perindo ini kita sedang pelajari. Ngapain kita ada dua perusahaan ikan ya lebih baik satu saja," ujar Erick dalam webinar Jakarta Food Security Summit 2020, Kamis (19/11/2020).

"Tetapi inipun kalau bisa kita fokus nggak usah juga kompetisi dengan nelayan, punya kapal juga apa semua nggak usah lah. kita fokus di storage, kita fokus market-nya. Nah hal hal ini yang kita coba," lanjutnya.

Masing-masing anggota holding itu sudah diletakkan tugas dan fungsinya. Erick membagi pemetaan berdasarkan input, production, off taker, primary processing, storage, trading, dan distribution. Erick menegaskan, holding ini dibentuk agar perusahaan pelat merah tidak saling bunuh.

"Yang tadinya banyak perusahaan sekarang dikonsolidasi menjadi satu perusahaan tetapi fokus kepada core bisnisnya, jadi tidak overlapping satu dengan yang lainnya. Bahkan sekarang saling membunuh antara BUMN dan juga akhirnya karena saling bunuh juga bisa membunuh swasta atau partnernya karena merasa jadi menara gading," kata Erick.

Karena itu, pembagian berdasarkan komoditas juga dilakukan.

"Komoditas yang kita fokuskan beras, jagung, gula, ayam, sapi, kambing, ikan, cabe, bawang merah, dan garam yang kita coba memfokuskan dikelola oleh BUMN pangan," kata Erick.

Pertani dan Sang Hyang Seri didapuk untuk fokus meningkatkan teknologi perbibitan. Peningkatan dari penemuan bibit ini menurutnya menjadi value tersendiri buat Indonesia.

"Dan tentu Pertani dan Sang Hyang Seri menjadi kekuatan sendiri bagaimana kita bisa kompetitif dengan negara lain karena bibit ini menjadi kunci juga ke depan. Kita bisa lihat bagaimana teknologi di banyak negara yang sudah dilakukan," ujar eks Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf itu. (*)

 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]