Buruan! Bank BTN harus Habiskan KPR Rp10 Triliun dalam Dua Bulan Ini


Sabtu, 21 November 2020 - 03:12:59 WIB
Buruan! Bank BTN harus Habiskan KPR Rp10 Triliun dalam Dua Bulan Ini ilustrasi rumah KPR.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menargetkan dapat menyalurkan KPR Rp 10 triliun di sisa 2020. Perusahaan juga mengupayakan percepatan booking KPR terutama yang bersubsidi, dan penyelesaian infrastruktur perumahan seperti pembangunan jalan dan sambungan listrik. 

"Angka akadnya naik pada November dan Desember. Kalau melihat pipeline akhir tahun, kami yakini bisa masing-masing Rp 5 triliun per bulannya sehingga bisa Rp 10 triliun pada akhir tahun," kata Direktur Finance, Planning, & Treasury Bank BTN, Nixon L.P. Napitupulu dilansir CNBC Indonesia, Sabtu (21/11/2020) dini hari.

Pencapaian ini menurutnya sesuai dengan implementasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dicanangkan dan termasuk dana yang dititipkan pada perusahaan. "Kami masih ada hutang dua bulan ke depan, Rp 8 triliun dalam dua bulan ke depan untuk disalurkan," tambahnya.

Dia menjelaskan angka penyaluran KPR pada Maret hingga Mei mengalami penurunan yang cukup dalam. Jika sebelum Covid-19 Bank BTN bisa menyalurkan kredit Rp 6 triliun dalam satu bulan, pada Mei hanya Rp1 triliun sampai 2 triliun. Nixon mengatakan situasi saat ini berat, karena biasanya masyarakat belum memprioritaskan akad rumah. Setelah itu, setelah Juni mulai terjadi perbaikan permintaan KPR. 

Nixon menyebutkan pada Agustus akad KPR tercatat Rp 3,8 triliun, September Rp4,2 triliun dan Oktober Rp4,5 triliun. "Kami optimistis November dan Desember akad KPR akan naik menjadi Rp 5 triliun per bulan, masih di bawah normal tapi mulai ada kenaikan," ujar Nixon.

Untuk restrukturisasi puncaknya terjadi pada Mei dan Juni, relatif telah turun pada Oktober dan Desember telah berhenti sehingga sudah jauh melandai. Menurutnya, pasar sudah mulai membaik yang terlihat dari utang jatuh tempo dengan tenor 6 bulan pada Oktober collection ratenya naik. Artinya nasabah mulai bisa melakukan pembayaran, bahkan menurut Nixon, collection ratenya naik dibandingkan sebelum pandemi.

"Nanti kan ada restrukturisasi paket 9 bulan di Desember, dan paket 12 bulan ini paling banyak jatuh di Maret. Yang 6 bulan kemarin collection ratenya jauh membaik artinya orang sudah bisa membayar lagi," tutupnya. (*)

 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Agoes Embun

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]