Penemuan Tiga Ekor Satwa Liar di Agam, BKSDA Setempat Pasang Perangkap Hingga Kamera Trap


Sabtu, 21 November 2020 - 14:45:04 WIB
Penemuan Tiga Ekor Satwa Liar di Agam, BKSDA Setempat Pasang Perangkap Hingga Kamera Trap Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM-- Dalam sepekan terakhir, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat Resort Agam menangani konflik dengan 3 jenis satwa liar dilindungi yakni beruang madu, macan dahan, dan buaya muara.

Hingga saat ini, BKSDA masih melakukan upaya evakuasi terhadap satwa liar yang dilindungi itu. Upaya tersebut mulai dari pemasangan perangkap dilokasi hewan yang kerap muncul.

Upaya penanganan terhadap binatang buas itu kemudian dibenarkan Kepala BKSDA Resor Agam Ade Putra. Dikatakannya, saat ini telah dipasang perangkap dikawasan Jalan Raya Kelok 44, tepatnya di Kubuak Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matur Mudiak, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam.

Dijelaskannya, pemasangan perangkap dilokasi tersebut karena pada Minggu (16/11/2020) siang dan malam hari, warga setempat memergoki binatang satwa berupa Beruang Madu.

"Namun hingga kini, Beruang Madu tersebut belum berhasil ditangkap meski sudah dipadang perangkap," terangnya.

Kemudian warga Jorong Paraman, Nagari Sipinang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam sejak Rabu (18/11/2020) kemarin, kata dia, juga dikejutkan dengan penemuan seekor macan dahan.

"Menindaklanjuti lapran masyarakat, kami telah memasang perangkap besi meski belum membuahkan hasil," tukasnya.

Terkait hal itu, BKSDA setempat terus mengupayakan untuk mengevakuasi satwa liar tersebut, karena ditakutkan akan melukai masyarakat ataupun merusak tanaman warga yang menjadi tempat sering munculnya hewan tersebut.

"Sementara untuk menuju lokasi kemunculan hewan itu belum bisa diupayakan secara maksimal karena kondisi cuaca hujan," sebutnya lagi.

Sementara diketahui, tiga ekor ternak kambing milik warga ditemukan mati di Jorong Paraman, Nagari Sipinang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Dari hasil identifikasi, kematian kambing tersebut akibat satwa langka dilindungi jenis macan dahan.

Selain itu, BKSDA Agam juga sedang menangani konflik dengan buaya, pasca diserangnya seorang warga bernama Muhammad Taher (37) yang merupakan warga Padang Koto Marapak, Nagari Silareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Ia diserang buaya muara saat menangkap ikan di Sungai Batang Nanggang, Kamis (19/11/2020).

Dalam penanganan di tiga lokasi ini pihaknya menurunkan 5 orang personil yang juga dibantu babinkhantibmas dan warga sekitar. Selain itu juga dipasanang 2 perangkap di dua lokasi. Kemudian juga dipasang 5 kamera trap.
 

Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]