Dosen Politeknik ATI Padang Paparkan Cara Pengujian Mikrobiologi


Sabtu, 21 November 2020 - 17:21:53 WIB
Dosen Politeknik ATI Padang Paparkan Cara Pengujian Mikrobiologi Dosen Politeknik ATI Padang, Imelda Bahar.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Dosen Politeknik ATI Padang, Imelda Bahar memaparkan terkait pengetahuan dasar dalam pengujian mikrobiologi. Ada unit Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) berdasarkan keputusan Menterian Ketenagakerjaan RI Nomor 347 Tahun 2015 dibidang jasa pengujian laboratorium, didalamnya terdapat pengujian mikrobiologi.

"SKKNI ini kita acuan untuk level 5 sebagai analisis di laboratorium dibidang mikrobiologi. Acuan SKKNI ini bisa dilihat pada kode MSL973003A terdiri dari 8 elemen yang masing-masing diuraikan dengan Kriteria Unjuk Kerja (KUK)," kata Imelda Bahar dalam kegiatan Gobrol Bareng Dosen (Gosen) Series Analisis 3rd, dilansir dari Youtube Channel Politeknik ATI Padang, Sabtu (21/11/2020).

Didalam melakukan pengujian mikrobiologi, kata Imelda, di laboratorium juga harus menggunakan pengaman bekerja sebagai alat pelindung diri. Berupa sarung tangan, jas laboratorium, pelindung mata, masker, dan alat bantu pernafasan. Dalam bekerja di laboratoruim mikrobiologi juga diharapkan menggunakan sepatu yang tertutup.

Ada beberapa kompetensi yang berhubungan dengan mikrobiologi, yaitu MLS975001A melakukan pengujian mikrobiologi, MLS973003A menyiapkan kultur, MLS974006A melalukan prosedur biologi, MLS973004A melakukan teknik aseptik MLS973007A melalukan pemeriksaan mikroskopis.

"Unit-unit ini saling berhubungan dan dikerjakan di laboratorium. Untuk melakukan pengujian mikrobiologi, unit kompetensi mencakup kemampuan untuk berkontribusi dalam melakukan kultur, isolasi, dan identifikasi mikroorganisme, seperti bakteri, jamur, virus, protozoa, alga dan parasit," kata Imelda.

Hal itu bertujuan untuk mengetahui fisiologi, dan patologi tumbuhan dan hewan memantau lingkungan sekitar, dan membantu dalam produksi pangan, bahan farmasi, dan bahan produksi lainnya.

Jika menyiapkan media kultur, tambah Imelda, unit kompetensi mencangkup kemampuan untuk menyiapkan kultur media yang bebas dan kontaminasi untuk memfasilitasi pertumbuhan optimal dari organisme dan sel. Kompetensi ini mencangkup kemampuan untuk mengatur bahan, peralatan, dan lingkungan kerja dan mengikuti metode standar.

Sedangkan melakukan prosedur biologi deskripsi unit adalah unit koempetensi ini termasuk kemampuan untuk menafsirkan pensyaratan kerja, menyiapkan contoh melakukan pemeriksaan sebelum penggunaan dan kalibrasi pada peralatan dan melakukan prosedur biologi matin, termasuk menyiapkan contoh.

Prosedur ini mungkin melibatkan beberapa langkah dan digunakan untuk mengklarifikasikan jenis sel, spesies dan seyawa biologi aktif dengan menganalisis karakseristik biokogi dan kimia.

"Unit ini termasukpengolahan data, interpectani hasil dan menemukan serta mengatasi masalahberasal dari prosedur standar yang jelas," terang Imelda.

Jika melakuka  teknik aseptik, sebut Imelda, unit kompetensi ini meliputi kemampuan untuk melakukan teknik aseptik untuk menjaga integritas baik dari sumber contoh dan contoh. Ini berlaku untuk teknik pengambilan contoh dalam kultur jaringan dan prosedur mikrobiologi umum.

Selanjutnya melakukan pemeriksaan mikroskopis, jelas Imelda, unit kompetensi ini mencakup kemampuan untuk berkontribusi dalam melakukan kultur, isolasi dan identifikasi mikroorganisme, seperti bakteri, jamur, virus. protozoa, alga dan parasit untuk mengetahui fisiologi dan patologi tumbuhan dan hewan.

"Memantau lingkungan sekitar, dan membantu dalam produksi pangan, bahan farmasi dan bahan produksi lainnya," ujar Imelda. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]