Bantu Ekonomi Keluarga, Gamers Disabilitas Ini Raih Rp21 Juta per Bulan


Ahad, 22 November 2020 - 02:41:04 WIB
Bantu Ekonomi Keluarga, Gamers Disabilitas Ini Raih Rp21 Juta per Bulan Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Keterbatasan tidak membuat seseorang lantas patah arang. Adalah Sa Ye, seorang remaja disabilitas berhasil mengatasi keterbatasannya untuk menjadi gamer live-streaming. Sa Ye didiagnosis menderita distrofi otot kongenital pada usia tujuh tahun. 

Meski ia tidak mampu berdiri atau meregangkan anggota tubuhnya, tapi Sa Ya tetap bisa menggerakkan jari-jarinya. Dengan cara itu ia menghasilkan uang untuk membantu ekonomi keluarga.

Sebagaimana diketahui, distrofi otot merupakan salah satu bentuk kelainan otot. Pada umumnya distrofi otot disebabkan oleh kelainan genetik yang diturunkan dari orangtua kepada anak. Selain itu distrofi otot juga bisa merupakan hasil mutasi genetik yang tidak diturunkan.

Ayah Sa Ya, Sa Yuquan mengatakan bahwa putranya masih bisa meluruskan tangan dan kakinya, ketika tidak bisa berdiri pada tahap awal penyakitnya. Tapi sekarang dia hanya bisa melakukan setengah dari apa yang dulu ia bisa lakukan, seperti menggerakkan lengan dan kakinya.

“Kami biasa menggendongnya di punggung kami. Saat kami melakukan pekerjaan pertanian saat dia masih kecil. Saat dia tumbuh lebih tinggi, kami tidak bisa menggendongnya lagi. Jadi kami meninggalkannya di rumah dan memberinya ponsel untuk menghabiskan waktu,” terang Sa Yuquan, sebagaimana dilansir South China Morning Post, Sabtu (21/11/2020).

Sejak saat itu, Sa Ye jatuh cinta pada esports dan akhirnya mulai me-live streamingkan permainannya. Remaja berusia 18 tahun ini sekarang mendapatkan cukup uang dari bermain game untuk meringankan kesulitan keuangan keluarga.

“Saya akan membuktikan bahwa saya dapat meringankan beban keluarga saya melalui usaha saya sendiri. Dan bahwa saya mampu seperti orang lain. Dalam hal menghasilkan uang. Menerima sumbangan itu seperti meminta uang dari orang lain dan itu tidak terasa baik. Saya tidak ingin orang berpikir bahwa saya berbeda dari orang lain dan mulai mengasihani saya,” ujar Sa Ya. 

Sa Ya menjelaskan bahwa ia tidak membutuhkan bantuan orang lain terhadap sesuatu yang dapat dikelolanya sendiri. Ia justru ingin akan tubuhnya untuk dapat mengatur hal-hal tersebut seorang diri.

Sa Ye kini telah memiliki sekira 380 ribu pengikut selama 2 tahun terakhir. Ia juga dilaporkan menghasilkan lebih dari 10 ribu yuan atau Rp21 juta sebulan melalui live streamingnya.

“Saya berusaha semaksimal mungkin untuk mengubah situasi keluarga saya. Agar keluarga saya dapat hidup lebih baik. Saya bekerja keras untuk memberikan penghasilan bagi orang tua saya dan untuk mendukung saudara perempuan saya sehingga dia dapat menyelesaikan studi universitasnya. Saya akan melakukan yang terbaik, tetap positif dan menikmati hidup semampu saya,” ujarnya.

Saat ini, Sa Ya berniat untuk mengelola bisnis dengan baik. Sebab ia percaya mampu seperti orang lain pada umumnya. Ia pun merasa baik-baik saja selama tetap positif tentang hidup dan mencintai hidupnya sendiri.
 

 Sumber : okezone.com /  Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]