Ini Rincian 58 Shelter Tsunami di Kota Padang


Ahad, 22 November 2020 - 10:21:35 WIB
Ini Rincian 58 Shelter Tsunami di Kota Padang Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kota Padang, Provinsi Sumbar merupakan daerah rawan bencana, salah satunya ancaman gempa dan tsunami. Sebagai upaya menekan resiko bencana tersebut, saat ini tercatat 58 bangunan kantor hingga hotel yang disiapkan menjadi tempat evakuasi sementara (TES) atau shelter tsunami di daerah itu.

Pakar Gempa sekaligus mantan Kepala Bidang Geologi dan Airtahan Dinas ESDM Sumbar Nuzuwir mengatakan, ada sejumlah bangunan baru dari kantor dan hotel bertingkat yang bisa berfungsi sebagai shelter jika terjadi tsunami.

Berikut rincian 58 titik bangunan yang potensial menjadi shelter di Kota Padang tersebut, yakni Bank Indonesia di Jalan Jenderal Sudirman, Bank Nagari di Jalan Pemuda, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Jalan Khatib Sulaiman, Bappeda Sumbar di Jalan Khatib Sulaiman, Dinas Peternakan Sumbar di Jalan Rasuda Said, Dinas PU dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Sumbar di Jalan Taman Siswa Nomor 1.

PSDA Sumbar di Jalan Khatib Sulaiman, DPRD Sumbar di Jalan Khatib Sulaiman, Escape Building Kantor Gubernur di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 51 Padang Barat, Pustaka Daerah di Jalan Khairil Anwar, Polda Sumbar di Jalan Jenderal Sudirman, Telkom di Bagindo Aziz Chan, PT Sutan Kasim di Jalan Veteran, PT AMP di Jalan Hamka Parupuk Tabing, Daihatsu & ACC Finance di Jalan Khatib Sulaiman.

Rumah Sakit M Jamil di Jalan Perintis Kemerdekaan, Rumah Sakit Yos Sudarso di Jalan Situjuh, Pasar Inpres atau Pasar Raya Padang di Jalan Sandang Pangan, Damar Plaza di Jalan Damar Kampuang Olo, Vila Hadis di Jalan Khatib Sulaiman, Sekolah Al Azhar 32 di Jalan Khatib Sulaiman, SD 03, 04, 21 Purus di Jalan Veteran, SD Agnes di Jalan Bandar Gereja.

SD Percobaan di Ujung Gurun, SDN 23 dan 24 Ujung Gurun di Jalan Veteran Nomor 82 Padang, SMP Frater di Jalan Khairil Anwar, SMP Maria di Jalan Bandar Gereja, SMPN 7 Padang di Jalan S. Parman Lolong Padang, SMPN 25 Padang di Jalan Beringin Belanti Timur, SMAN 1 Padang di Jalan Belanti Ray Nomor 11 Padang.

SMKN 5 Padang di Jalan Beringin Nomor 4 Padang, Fakultas Ilmu Pendidikan UNP di Jalan Hamka Air Tawar Padang, Pasca Sarjana UNP di Jalan Hamka Air Tawar Padang, Perpustakaan UNP di Jalan Hamka Air Tawar Padang, Unversitas Muhammadiyah Sumbar di Jalan Pasie Kandang Parupuk Tabing, AMIK Indonesia di Jalan Khatib Sulaiman.

Unversitas Bung Hatta di Jalan Bunda Raya Ulak Karang, Universtas Ekasakti di Jalan Veteran Dalam Banda Purus, STBA Prayoga di Jalan Veteran, SPR Plaza Padang di Jalan M. Yamin, 

Plaza Andalas di Jalan Pemuda, Hotel Pangeran Beach di Jalan Juanda, Basko Hotel dan Plaza di Jalan Hamka Air Tawar Padang, Hotel lbis di Jalan Taman Siswa, Hotel Daima di Jalan Sudirman, Hotel Grand Zuri di Jalan MH. Thamrin, Hotel Rocky di Jalan Permindo, Axana Hotel di Jalan Bundo Kanduang, Bumi Minang Hotel di Jalan Gereja.

Hotel HW di Jalan Hayam Wuruk, Hotel Inna Muara di Jalan Gereja, Hotel Mercure di Jalan Purus IV, Budha Tzu Chi di Jalan Hos Cokroaminoto, Rusunawa di Jalan Purus IV, Masjid Al Wustha di Jalan Veteran, Masjid Muhajirin di Jalan Komplek Pasir Putih RT 3 RW 5 Kelurahan Bungo Padang Koto Tangah, Masjid Raya Sumbar di Jalan Khatib Sulaiman, dan Masjid Taqwa Muhammadiyah di Jalan M. Yamin.

Shelter Air Tawar Timur berlokasi di Air Tawar Timur, shelter Darussalam di Kelurahan Bungo Pasang, shelter Nurul Haq di Jalan Komplek Jondul 4 Parupuk Tabing Koto Tangah, dan shelter Wisma Indah Warta Bunda di Jalan Sumatera Ulak Karang Utara.

Nuzuwir berharap pemerintah harus melanjutkan pembangunan kesiapsiagaan sehingga masyarakat tidak merasakan ketakutan. Sekarang ini, kata dia, banyak masyarakat yang bertanya kepada dirinya dimana shelter terdekat dan pusat shelter di kota Padang.

"Kalau seperti ini, kan repot juga. Seandainya terjadi yang tidak kita inginkan, masyarakat apakah sudah dilatih. Jadi pembangunan kesiapsiagaan itu perlu kontinitasnya, tapi itu sampai sekarang belum terlihat," ujar Nuzuwir.

Kendati demikian, Nuzuwir mengakui anggaran provinsi memang terbatas dan masih mengharapkan bantuan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) dan segala macam. Sementara sekarang kondisi perekonomian di Indonesia sedang dibawah.

"Cuma pemerintah harus tetap melakukan edukasi walaupun secara fisik kita tidak membangun. Tapi edukasi ini penting selalu diberikan kepada masyarakat sehingga mereka tidak panik," saran Nuzuwir. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]