Kembali jadi Primadona, Harga Tanaman Hias di Padang Melambung


Ahad, 22 November 2020 - 10:30:47 WIB
Kembali jadi Primadona, Harga Tanaman Hias di Padang Melambung Pedagang tanaman hias di Kota Padang.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Semenjak pandemi virus Corona atau Covid-19 merebak, keberadaan tanaman hias menjadi primadona bagi masyarakat. Pasalnya diklaim bisa menangkal virus mematikan tersebut. Hal ini membuat harga tanaman hias di Padang melambung tinggi bahkan mencapai enam kali lipat.

Di sejumlah titik pedagang bunga di Kota Padang, seperti GOR H Agus Salim, dan Khatib Sulaiman harga bunga keladi merah tembus Rp100.000 per pot berukuran kecil. Harga tersebut melonjak naik mencapai enam kali lipat dari harga sebelumnya yang hanya Rp15.000.

Meskipun harganya sangat tinggi, namun sejumlah pedagang bunga di Padang mengaku kebanjiran orderan untuk memenuhi permintaan pelanggan yang mencari tanaman hias pasca merebaknya wabah Covid-19 saat ini.

Dewi, salah seorang pedagang yang ditemui Harianhaluan.com, Minggu (22/11/2020) mengaku, sekarang permintaan bunga masih tinggi. Seperti bunga keladi, janda bolong terus menjadi incaran masyarakat. Dirinya menjual Rp150.000 sampai Rp200.000 per pot kecil.

"Alhamdulillah, sekarang makin banyak masyarakat yang hobi berbunga-bunga. Kalau saya menjual bunga keladi merah per pot kecil Rp150 ribu, kalau janda bolong Rp75 ribu per pot kecil," ujar Dewi.

Dewi merinci, saat ini harga glonema suksom jaipong Rp300.000 per pot kecil, monstera jumbo Rp200.000, begonia pelangi Rp150.000, hoya carnosa Rp50.000, anggrek mutiara hitam Rp80.000, bunga lidah mertua Rp100.000, dan bunga lipstik Rp50.000.

Dewi menuturkan, sejumlah tanaman hias yang dijual didapatkannya dari para pedagang di sejumlah lokasi di Kota Padang dan di luar daerah. Namun terkadang jenis tamanan ini juga susah diperoleh karena banyak masyarakat yang mencarinya.

Lebih lanjut, kata Dewi, sebelum pandemi Covid-19 menjadi-jadi harga tanaman hias dijual dengan harga terjangkau, harganya kisaran Rp15.000 sampai Rp50.000. Tetapi, saat ini harganya melambung menyusul banyaknya masyarakat yang sedang hobi berbunga-bunga.

"Kalau di tempat saya bisa beli per ikat Rp20.000 tapi itu hanya dapat satu ikat saja. Kalau beli per pot harganya agak mahal Rp80 ribu sampai Rp300 ribu," ujar Dewi.

Dewi pun mengakui, harga tanaman hias tersebut mulai naik setelah pandemi Covid-19 terjadi karena banyak masyarakat yang mencari tanaman hias untuk dijadikan sebagai pemanis halaman rumah. Selain itu, juga disebut-sebut bisa menangkal Corona hanya saja sekarang stok bunganya juga terbatas.

"Tanaman hias yang sekarang melambung harganya rata-rata tidak disukai nyamuk, mungkin itu disebut bisa menangkal corona karena rumah jadi lebih bersih kan," sebut Dewi. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]