Ribuan Ayam di Belanda Dimusnahkan Gara-gara Diserang Wabah


Senin, 23 November 2020 - 01:44:38 WIB
Ribuan Ayam di Belanda Dimusnahkan Gara-gara Diserang Wabah Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Belanda memusnahkan sebanyak 190 ribu ekor ayam. Kebijakan tersebut ini diambil setelah ditemukan adanya wabah flu burung yang sangat menular melanda dua peternakan unggas di negara tersebut.

Petugas kesehatan menyembelih sekitar 100.000 ayam di sebuah peternakan unggas di Hekendorp di luar Gouda sementara 90.000 anak ayam dimusnahkan di Witmarsum, di utara Friesland.

"Dalam kedua kasus tersebut ditemukan jenis varian H5 yang sangat menular dicurigai," kata pejabat kementerian dalam sebuah pernyataan seperti ditulis AFP, Minggu (22/11/2020). Namun, dia memastikan tidak ada peternakan unggas lain dalam radius satu kilometer dari wabah flu burung tersebut.

"Kedua peternakan dibersihkan untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut," katanya. Flu burung musiman telah terdeteksi di berbagai peternakan di sekitar Belanda sejak Oktober, terutama disebabkan oleh burung yang bermigrasi.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Belanda Carola Schouten pada 23 Oktober memberlakukan kebijakan penahanan dalam ruangan secara preventif pada semua peternakan unggas komersial setelah dua angsa yang mati ditemukan membawa jenis flu burung H5N8 yang sangat menular.

Langkah tersebut dilakukan Belanda dalam mencegah penularan virus flu burung yang lebih luas. Pada saat yang sama, pemerintah sedang memerangi gelombang kedua Covid-19 yang terus menginfeksi sekitar 6.000 orang setiap hari.

Bukan kali ini saja Belanda memusnahkan unggas, sebelumnya pada 5 November 2020 lalu, Kementerian Pertanian memusnahkan sebanyak 200 ribu ekor ayam setelah ditemukan kasus flu burung patogen yang ditemukan di sebuah peternakan di timur Kota Puiflijk.(*)

 Sumber : CNBCindonesia /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]