4 Hari Beruntun Dolar Singapura Menguat, Pertanda Ekonomi akan Bangkit di 2021?


Senin, 23 November 2020 - 15:26:37 WIB
4 Hari Beruntun Dolar Singapura Menguat, Pertanda Ekonomi akan Bangkit di 2021? Nilai tukar dolar Singapura menguat melawan rupiah pada perdagangan Senin (23/11/2020)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ekonomi Singapura diprediksi akan bangkit pada tahun 2021. Kebangkitan itu ditandai dengan menguatnya nilai dolar Singapura selama 4 hari beruntun.

Nilai tukar dolar Singapura menguat melawan rupiah pada perdagangan Senin (23/11/2020) setelah pemerintah setempat memprediksi kontraksi ekonomi tak seburuk perkiraan sebelumnya.

Melansir data Refinitiv, dolar Singapura menguat 0,18% ke Rp 10.549,26/SG$ siang tadi, sebelum terpangkas dan berada di level Rp 10.537,1/SG$ atau menguat 0,07% pada pukul 13:27 WIB di pasar spot. Jika hingga penutupan perdagangan nanti berhasil dipertahankan, maka dolar Singapura akan membukukan penguatan dalam 4 hari beruntun.

Kementerian Industri dan Perdagangan Singapura hari ini merevisi pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) kuartal III-2020. Sebelumnya PDB dilaporkan mengalami kontraksi (tumbuh negatif) 7% year-on-year (YoY), kini direvisi menjadi negatif 4,8% YoY.

Meski masih mengalami resesi, tetapi kontraksi ekonomi yang dialami jauh membaik ketimbang kuartal II-2020 negatif 13,3% YoY.

Secara kuartalan, PDB periode Juli-September tumbuh 9,2% dibandingkan kuartal II-2020.

"Kinerja ekonomi Singapura yang membaik didukung oleh dimulainya kembali aktivitas secara bertahap pada kuartal ketiga setelah Circuit Breaker yang diterapkan mulai 7 April hingga 1 Juni 2020, serta rebound aktivitas di negara-negara ekonomi utama selama kuartal tersebut saat mereka keluar dari (aturan) penguncian," kata kementerian, dikutip dari CNBC International. 

Circuit Breaker mengacu pada tindakan penguncian parsial negara yang bertujuan untuk menahan penyebaran virus corona. Singapura mulai mencabut beberapa batasan sejak awal Juni, dengan beberapa ketentuan tetap wajib dilakukan, seperti wajib memakai masker dan topi pada pertemuan.

Kementerian tersebut juga merevisi target PDB tahun ini, dari sebelumnya kontraksi 5%-7% menjadi 6%-6,5%. Sementara tahun depan, PDB diprediksi tumbuh antara 4% hingga 6%.

"Pemulihan ekonomi tahun depan diperkirakan akan bertahap, dan tergantung dari bagaimana kinerja perekomian dunia, serta apakah Singapura mampu tetap mengontrol penyebaran pandemi penyakit virus corona (Covid-19)," kata kementerian tersebut.

Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]