Pangdam Jaya Ingin Bubarkan FPI, UAS Sebut Ormas Islam Tidak Bisa Dihabisi Tetap Akan Muncul Lagi


Senin, 23 November 2020 - 17:34:58 WIB
Pangdam Jaya Ingin Bubarkan FPI, UAS Sebut Ormas Islam Tidak Bisa Dihabisi Tetap Akan Muncul Lagi Ustad Abdul Somad (UAS)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Soal pencopotan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab makin ramai dibicarakan. Tidak hanya sekedar pencopotan baliho, kemudian Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurahman melontarkan pernyataan akan membubarkan FPI. 

Hari ini, aksi yang dilakukan jenderal bintang dua ini kerap mendapat dukungan dari masyarakat, khususnya warga Jakarta dengan berbondong-bondong mengirimi karangan bunga di Markas Kodam Jaya, di Cililitan, Jakarta Timur, Senin (23/11/2020).

Menanggapi itu, kiai kondang Ustad Abdul Somad (UAS) mengatakan bahwa Ormas-ormas Islam ini tidak bisa dihabisi dengan apapun, andai dibubarkan HTI, FPI, NU, Muhammadiyah dan andai dibubarkan, tetap akan muncul lagi-muncul lagi.

Pernyataan UAS terlontar saat menjawa pertanyaan jamaahnya saat tabligh akbar melalui tayangan Youtube UAH & UAS Lovers. Awalnya UAS diminta pandangannya mengenai Perppu 2 Tahun 2017 tentang Ormas. UAS menjawab bahwa

“Kenapa, itu karena janji Allah, siapa yang murtad dari agama ini, maka Allah akan ganti dengan kaum yang lain. Maka tak akan pernah hilang,” ujar UAS dikutip Okezone dari tayangan Youtube @ustad abdul somad official, yang diterbitkan pada 22 November 2020.

UAS mencontohkan, waktu ia pergi ke Makassar, Pontianak, Palembang, atau Cibubur itu pasti ada kelompok pengajian yang mengundang ustad. 

“Kelompok-kelompok ini akan tetap terus ada, mereka bukan ustad. Mereka insinyur, mereka dokter spesialis, mereka orang-orang kaya konglomerat tapi jiwa mereka jiwa ustad,” tuturnya. Meski penampilan mereka bercelana jeans, jaket kulit tapi signal mereka ustad.

Sebelumnya, Panglima Daerah Komando Militer Jaya/Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Dudung Abdurachman menegaskan semua pihak atau orang di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus taat hukum.

Penegasan itu dilontarkan menyusul ramainya soal pencopotan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Menurut dia, jangan seenaknya sendiri seakan-akan FPI yang paling benar. “Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu FPI bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari. Sekarang kok mereka ini seperti yang ngatur. Suka-sukanya sendiri,” ujarnya.(*)

Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]