Berhaji Cukup Sekali atau Berulang-ulang? Ini Jawaban Rasulullah


Senin, 23 November 2020 - 19:44:55 WIB
Berhaji Cukup Sekali atau Berulang-ulang? Ini Jawaban Rasulullah Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ibadah haji menjadi ibadah yang paling lengkap. Dalam praktiknya, ibadah haji tidak hanya menyangkut kepentingan tentang Tuhan, tetapi menyangkut kepentingan idividu dan sosial.

Syekh Thariq As-Suwaidan dalam kitabnya Asrar al-Hajj wa al-Umra mengatakan, bahwa haji adalah ibadah yang memiliki dua dimensi sebagaimana ibadah-ibadah lainnya yang ada dalam agama Islam.

Baca Juga : Inspiring Webinar, Telkomsel Dorong Pertumbuhan Digipreneur Mahasiswa dan Pelajar di Sumatra 

Di dalam ibadah haji terdapat perpaduan dimensi materi dan immateri (fisik dan dan psikis). "Sebagaimana juga tampak dimensi individu dan sosial," katanya.

Katanya, keberadaan semua dimensi inilah yang memicu munculnya keinginan untuk mencermati dan memikirkan lebih dalam semua makanan dan istri yang berada di balik ibadah haji. Ibadah ini tidak diwajibkan kecuali hanya sekali dalam seumur hidup.

Baca Juga : Wikan Sakarinto: Utamakan Passion Anak, Jangan Persoalkan S1 dan D4

Para Imam Hadits meriwayatkan dari Abu Hurairah. Rosulullah berkotbah kepada kami, beliau bersabda, "Wahai manusia sekalian, telah diwajibkan atas kalian untuk melaksanakan ibadah haji, maka berhajilah."

Lalu seseorang bertanya, "apakah kami harus melaksanakannya setiap tahun wahai Rasulullah?"

Baca Juga : Sepekan Pembelajaran Tatap Muka di Palalawan, Dikbud: Aman

Sejenak beliau diam, sampai orang itu mengulangi pertanyaannya sebanyak tiga kali. Lalu beliau bersabda.

"Jika aku menjawabnya iya, maka itu sama saja dengan aku mewajibkannya, dan tentunya kalian tidak akan mampu melaksanakannya," jawab beliau.

Baca Juga : BPSDMI Dukung Politeknik ATI Padang Raih Predikat WBBM Tahun 2021

Kemudian beliau melanjutkan jawabannya. "Laksanakanlah apa yang telah aku tinggalkan bagi kalian, sebab telah banyak orang-orang sebelum kalian yang mengalami kebinasaan dikarenakan terlalu banyak bertanya dan berseberangan dengan para nabi mereka," kata beliau lagi.

Terkait hal ini, beliau meminta kepada umatnya. "Jika aku memerintahkan kepada kalian tentang suatu perkara aku, maka kerjakanlah semampu kalian, dan jika aku melarang sekarang maka tinggalkanlah," (Hadits Riwayat Muslim dan Nasa'i).(*)

Editor : Nova Anggraini | Sumber : ihram.co.id
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]