Pengamat: Tidak Ada Dealetika antara Paslon saat Debat Pilkada Sumbar


Selasa, 24 November 2020 - 05:35:39 WIB
Pengamat: Tidak Ada Dealetika antara Paslon saat Debat Pilkada Sumbar Pengamat dari Universitas Ekasakti, Otong Rusadi.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pengamat Politik dari Universitas Ekasakti Padang, Otong Rusadi berpendapat kultur politik dan politisi di Sumbar tidak kebiasaan berdebat dengan terstruktur. Hal ini menunjukkan tidak adanya dealetika diantara pasangan colon dalam debat Pilkada Sumbar.

Sehingga pasangan calon yang ada, kata Otong, masing-masing mereka hanya berbicara pada dirinya sendiri dan membicarakan visi misi yang ingin dicapainya dalam debat publik Pilkada Sumbar.

Baca Juga : Tak Ada Gugatan Hasil Pilkada, KPU Tetapkan Zul Elfian Sebagai Walikota Solok

"Kemudian pasangan lain juga menyampaikan visi misi yang berbeda atau mirip-mirip lah mereka hanya masing-masing saja berbicara. Tidak ada dealetika diantara mereka," kata Otong seperti ditayangkan Padangtv, dilansir Rabu (24/11/2020).

Otong pun melihat, debat publik hanya sebagai esersais bagi paslon dan hanya sekedar berdiskusi sesama pasangannya. Sehingga debat publik itu tidak dibawa ke ruang publik yang sebenarnya dan tidak menjadi kajian.

Baca Juga : Sujud Syukur Usai Penetapan oleh KPU Pasbar, Ini Janji Paslon Pemenang Pilkada Pasbar 2020

"Karena setelah debat publik saya melihat tidak terjadi debat yang sebenarnya untuk mendiskusikan yang mereka debatkan," sebut dosen Tata Negara dari Universitas Ekasakti Padang itu.

Otong melihat secara umum pasangan calon memang tidak punya visi berdebat yang baru terbangun. Bagi Otong, debat yang paling menarik pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun sebelumnya menjadi episetrum semua orang karena semua mata tertuju ke sana.

Baca Juga : KPU Pasbar Tetapkan Hamsuardi dan Risnawanto Pemenang Pilkada 2020

"Tetapi setelah itu debat-debat publik selanjutnya baik di pilkada tahun lalu maupun sekarang juga tidak menjadi perhatian publik," sebut Otong.

Otong mengatakan, debat publik Pilkada Sumbar saat ini dalam suasana pandemi virus Corona atau Covid-19 meskipun diberbagai tempat masih dilaksanakan sejumlah kegiatan yang melanggar aturan protokol kesehatan.

Baca Juga : Siap-siap! 35 Sengketa Pilkada Mulai Disidangkan di MK pada 26 Januari

Menurut Otong, masing-masing orang punya aktivitas yang berbeda-beda, masyarakat Sumbar tidak sepenuhnya bisa mengikuti media daring. Ditambah debat publik yang juga rata-rata ditunda, kemudian secara masif juga disebarluaskan melalui youtube.

"Mungkin masyarakat yang punya notifikasi bisa mengikuti tapi apakah mereka yang kajian bukan bidang politik, hukum tata negara, pemilu atau komunikasi mengikuti dengan intens debat publik?. Bagi saya nampaknya tidak," ujar Otong. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]