Corona Bikin Penerbangan Dunia Berdarah-Darah Rp 1.650 T


Rabu, 25 November 2020 - 01:21:37 WIB
Corona Bikin Penerbangan Dunia Berdarah-Darah Rp 1.650 T Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Asosiasi Transportasi Udara Internasional atau International Air Transport Association (IATA) mengestimasi kerugian industri penerbangan dunia selama pandemi covid-19 pada 2020 ini mencapai US$ 118,5 miliar atau sekitar sedikitnya Rp 1.650 triliun.

Angka ini jauh dari perkiraan semula yang sempat dirilis oleh IATA pada Juni 2020 yaitu 'hanya' US$ 84,3 miliar.

Baca Juga : Harga Kebutuhan Pokok di Padang Hari Ini: Cabai Merah Turun, Rawit Masih Tinggi

Dalam laporan terbarunya, IATA menyampaikan pendapatan para maskapai penerbangan di seluruh dunia pada 2020 akan turun 60% akibat pandemi corona yang telah memukul sektor penerbangan.

Pendapatan maskapai penerbangan dunia di 2020 diperkirakan hanya sekitar US$ 328 miliar, yang mengacu pada 290 maskapai penerbangan dari berbagai negara.

Baca Juga : Wow! Punya PER Terkecil di LQ45, Seperti Apa Kinerja dan Kesehatan Keuangan SRIL?

Krisis Covid-19 mengancam kelangsungan industri transportasi udara bahkan pada 2020 akan tercatat dalam sejarah penerbangan dunia sebagai tahun terburuk yang pernah terjadi dalam sejarah industri penerbangan global.

Maskapai 'Berdarah-darah', Butuh Rp 1.134 T Bertahan Hidup
Maskapai Ini Wajibkan Turis Vaksin Covid-19 Sebelum Terbang
Catatan IATA, maskapai penerbangan dunia telah memangkas biaya sampai US$ 1 miliar setiap hari, menghentikan armada pesawat, mengurangi pekerjaan. Maskapai penerbangan telah mengalami kerugian besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga : Sinkronisasi Program Pertanian, Genius Umar Kunjungi UPT Balai Benih Induk di Padang

Bahkan tahun depan, meski kondisi diperkirakan akan lebih baik, maskapai penerbangan akan mengalami kerugian US$ 38,7 miliar. Angka ini jauh lebih buruk dari perkiraan sebelumnya kerugian ditaksir pada tahun depan mencapai US$ 15,8 miliar.

"Krisis pandemi covid-19 sangat menghancurkan dan tak tertahankan," kata Direktur Jenderal IATA Alexandre de Juniac, dikutip dari AFP, Selasa (24/11).

Baca Juga : Merger Gojek-Tokopedia, Driver Yakin Orderan Makin Gacor

Ia mendorong agar pemerintah di banyak negara harus membuka kembali pembatasan-pembatasan sosial atau karantina sehingga penumpang dapat naik pesawat kembali. IATA mendorong juga perubahan kebijakan karantina selama 14 hari sebelum keberangkatan penerbangan, sehinga bisa memungkinkan maskapai penerbangan beroperasi maksimal tanpa mengorbankan keselamatan. (*)

Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]