Jalin Kerja Sama Budidaya Udang, Berikut Rangkaian Kegiatan Edhy Prabowo di AS Sebelum Ditangkap KPK


Rabu, 25 November 2020 - 11:32:53 WIB
Jalin Kerja Sama Budidaya Udang, Berikut Rangkaian Kegiatan Edhy Prabowo di AS Sebelum Ditangkap KPK Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sebelum ditangkap KPK, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo terbang ke Amerika Serikat (AS) sejak pekan lalu. Pada Selasa (17/11) lalu, Edhy Prabowo bertolak ke AS dan transit di Korea Selatan. Apa saja kegiatan Edhy Prabowo di Negeri Paman Sam tersebut?

Kunjungan pertamanya, Edhy menyambangi Oceanic Institute (OI) di Honolulu, Negara Bagian Hawaii. Menurut keterangan resmi di situs KKP, yang dilihat Rabu (25/11/2020), OI merupakan organisasi penelitian dan pengembangan nirlaba yang fokus pada produksi induk udang unggul, budidaya laut, bioteknologi, dan pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.

Baca Juga : BPS Sebut Ada Dua Provinsi yang Penduduk Perempuannya banyak dari Laki-laki

Lembaga ini disebutkan juga merupakan afiliasi dari Hawai'i Pacific University (HPU) sejak tahun 2003. Berikut rangkaian kegiatan Edhy Prabowo di AS:

Jalin Kerja Sama Budidaya Udang

Sekretaris Jenderal KKP, Antam Novambar memaparkan KKP memilih menjalin kerja sama dengan OI karena lembaga di Honolulu itu memiliki teknologi dan ahli yang mumpuni di sektor budidaya, khususnya spesies udang. Targetnya dari kerja sama ini bisa mentransfer teknologi serta pendampingan teknis di bidang genetika udang dari OI.

Baca Juga : Bareskrim Polri Turun Selidiki Banjir Kalsel, Ini Ternyata Penyebabnya

"Dengan adanya transfer teknologi dalam menghasilkan induk udang unggul, artinya kita dapat mengurangi ketergantungan dari induk udang impor," jelas Antam.

Antam juga menjelaskan, pengembangan budidaya udang nasional adalah arahan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menunjuk Edhy Prabowo sebagai Menteri KKP. Maka itu kerja sama dengan OI merupakan upaya Edhy Prabowo menjawab arahan tersebut.

Baca Juga : Sensus Penduduk 2020, BPS: Meski Lambat, Ada Pergeseran Penduduk Antarpulau

"Merujuk arahan Presiden kepada Pak Menteri Edhy untuk pengembangan budidaya udang vaname, nah ini salah satu upaya ke sana. Untuk pengembangan budidaya di Indonesia, kita perlu kerja sama dengan para expert," tuturnya.

Selama di AS itu, Edhy turut didampingi Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, Plt Dirjen Perikanan Tangkap Muhammad Zaini Hanafi, dan Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Ditjen PSDKP Pung Nugroho Saksono. Kunjungan itu berlangsung selama 7 hari.

Baca Juga : Polri Imbau Masyarakat Hati-hati dengan Penipuan Berkedok Investasi

Penandatanganan Kerja Sama Budidaya Udang

Penandatanganan kerja sama budidaya udang berkelanjutan ini menggandeng Oceanic Institute of Hawai'i Pacific University, salah satu lembaga riset yang berbasis di Honolulu, Negara Bagian Hawai, Amerika Serikat.

Penandatangan Letter of Intent (LOI) itu dilakukan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto bersama Direktur Eksekutif, Wakil Presiden Senior, dan Rektor Hawai'i Pacific University di Kantor Oceanic Institute, Waimanalo, Hawaii, pada Rabu (20/11/2020) kemarin. Edhy Prabowo menyaksikan langsung penandatanganan kerja sama itu.

"Kami berharap kedepannya kerja sama KKP dengan Ocean Institute dapat segera diimplementasikan untuk membantu Indonesia mencapai target peningkatan produksi udang," ujar Edhy Prabowo, dalam keterangan tertulis di situs KKP.

Edhy Prabowo yakin kerja sama ini bisa meningkatkan produktivitas tambak udang di Indonesia, sehingga target produksi 1,5 juta ton per tahun pada 2024 bisa terwujud.

"Untuk memenuhi target tersebut, dibutuhkan benih udang sekitar 114 miliar ekor dan induk sebanyak 7 juta ekor. Mudah-mudahan kebutuhan ini bisa kita penuhi dan target bisa kita capai," jelas dia.

Menyapa Nelayan Indonesia di Honolulu

Akhir kunjungan Edhy Prabowo di AS yakni menyapa 201 nelayan Indonesia di Honolulu. Di sana, Edhy Prabowo menyerap semua keluhan dan masukan dari para nelayan yang bekerja di kapal penangkap ikan berbendera AS itu.

"Masukan, saran, pertanyaan bisa juga ke instagram menteri. Ini 24 jam bisa kita akses," kata Edhy Prabowo.

Selesai berdialog dengan para nelayan, Edhy Prabowo menyempatkan diri bermain games dengan para nelayan.

Dia melemparkan lima pertanyaan kepada lima nelayan sekaligus menyiapkan hadiah bagi mereka yang bisa menjawab. Pertanyaan-pertanyaan yang dilempar Edhy mulai dari siapa Presiden RI saat ini, Pancasila, serta lagu-lagu kebangsaan.

"Pertanyaannya gampang, saya takut lama-lama kalian di sini sampai lupa negeri sendiri," canda Menteri Edhy. (*)

Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]