Gelar Rapid Test Massal, KPU Ogah Gandeng Dinkes Pasaman


Rabu, 25 November 2020 - 19:33:50 WIB
Gelar Rapid Test Massal, KPU Ogah Gandeng Dinkes Pasaman Ilustrasi

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM-- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman akan menggelar rapid test massal kepada 6.363 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas pengamanan (PAM TPS) untuk Pilkada 2020.

Rencananya, ribuan petugas KPPS dan PAM TPS itu akan menjalani rapid test massal di tiap kecamatan, pada tanggal 29 - 30 November 2020 mendatang. Klinik Destamara Medika ditunjuk sebagai pelaksana rapid test. 

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Virus Corona di Sumbar: Positif 204, Sembuh 99, dan Meninggal Dunia 3 Orang

Ketua Divisi Sosialisasi Pemilih, Parmas dan SDM KPU Pasaman, Eria Candra mengatakan, rapid test ini menjadi bagian dari tahapan penerimaan KPPS yang akan bertugas pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020 mendatang.

"Jadwal pelaksanaan rapid test KPPS dan Pam TPS dari pihak klinik pada 29-30 November 2020 di kecamatan masing-masing," ujar Eria Candra didampingi Sekretaris KPU, Yuli Hardi, Rabu (25/11/2020).

Baca Juga : Pasca Oknum Pegawai Lapas Terlibat Narkoba, Kalapas Bukittinggi Gelar Razia dan Bentuk Tim Khusus

Penunjukan klinik tersebut, kata Eria bukannya tanpa alasan. Pasalnya, klinik yang beralamat di Padang Pariaman itu menawarkan biaya rapid test jauh lebih murah dibandingkan dengan tawaran dari pihak Dinas Kesehatan Pasaman. 

"Kita sudah tawarkan ke Dinkes, biaya rapid test Rp150 ribu sudah klop semua (alat dan jasa), tapi Dinkes tidak sanggupi. Mereka tidak bisa pengadaan alat rapid. Sementara penawaran dari klinik Destamara lebih murah yaitu sebesar Rp120 ribu, sudah termasuk alat dan jasa pemeriksaan," ujarnya. 

Baca Juga : Aksi Pencurian Kotak Amal di Dharmasraya Ini Terekam CCTV

Dikatakan, pihak Klinik Destamara siap melakukan rapid test kepada 4.949 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan 1.414 petugas pengamanan TPS di 12 kecamatan. Bahkan sampai ke TPS terjauh di daerah itu.

"Rapid tes dilaksanakan ditiap kecamatan. Untuk TPS terjauh seperti di Patamuan, Kecamatan Mapattunggul Selatan dan Sigalabor, Duokoto, mereka juga siap dan mau," ucapnya. 

Baca Juga : Pemerintahan Kecamatan IV Jurai Lakukan Vaksinasi Covid-19

Menurut Eria, rapid test tersebut sangat penting dilakukan untuk mengantisipasi adanya KPPS dan petugas pengaman TPS yang terindikasi terpapar Covid-19 sehingga bisa segera ditindaklanjuti dengan uji swab.

"Ini salah satu upaya pencegahan agar pilkada di Pasaman tidak menjadi klaster baru penularan Covid-19. Terhadap petugas yang hasilnya reaktif, belum ada petunjuk apakah diganti atau tetap lanjut bertugas sebagai KPPS," katanya.

Mereka yang lolos seleksi KPPS, kata dia, wajib menjalani rapid test untuk memastikan kondisi kesehatannya. Rapid test umum dipakai untuk skrining awal Covid 19.

"Sesuai regulasi KPU, setiap calon KPPS harus menjalani rapid test, ini mutlak dan tidak bisa dihindari," katanya. (*)

Reporter : Yudi Lubis | Editor : Rahma Nurjana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]