Guru Menggambar Jadi Google Doodle, Siapa Dia?


Kamis, 26 November 2020 - 01:17:44 WIB
Guru Menggambar Jadi Google Doodle, Siapa Dia? Pak Tino di Google Doodle kemarin.

TEKNO, HARIANHALUAN.COM - Ada yang berbeda ketika mengakses halaman pencarian Google kemarin, Rabu (25/11/2020). Ketika membuka halaman google.co.id, Anda akan disodorkan dengan sosok pria berkacamata dengan topi khas pelukis di kepalanya. Pria tersebut tampak memegang alat lukis seraya mengatakan, "Bagus". Di sampingnya, terlihat ilustrasi anak-anak yang tengah menggambar di kertas. 

Dia adalah Tino Sidin atau yang lebih akrab dikenal dengan panggilan Pak Tino. Hari ini adalah ulang tahun ke-95 dari sosok legendaris Tino Sidin. Lahir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara pada 25 November 1925, Tino Sidin merupakan seorang pelukis. Namun, dia lebih banyak dikenal sebagai guru gambar. Pada usia 20 tahun, dia memulai kariernya di dunia seni dengan mengajar sebagai guru gambar di kampung halamannya yang berlokasi di Yogyakarta. 

Baca Juga : Kantor Samsat Kota Padang Diresmikan, Ini Pesan Kapolda Sumbar

Pada 1969, Tino Sidin mulai tampil di stasiun televisi dengan mengisi acara "Gemar Menggambar" yang tayang di TVRI lokal Yogyakarta. Pada 1978 hingga 1989, acara "Gemar Menggambar" ditayangkan secara Nasional yang kemudian menjadi tontonan wajib anak usia Sekolah Dasar (SD). Melalui acara yang ditayangkan setiap Minggu sore, Tino mengajarkan trik-trik menggambar yang mudah kepada anak-anak. 

Adapun gambar yang dibuat oleh Tino selalu dimulai dari perpaduan garis-garis lurus dan garis-garis melengkung. Seperti layaknya seorang guru, Tino mendorong anak-anak didiknya agar tidak takut untuk membuat kesalahan ketika sedang belajar menggambar. Tak jarang, Tino akan mengucapkan kalimat khasnya, yakni "Ya, bagus" untuk memuji dan mengomentari gambar buatan anak-anak. 

Baca Juga : BMKG Imbau Masyarakat Waspada Peningkatan Multi Risiko Bencana

Pak Tino juga kerap melahirkan karya lukis yang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah sebuah lukisan bernama "Empat Anak Main" yang mengambarkan sosok empat orang putrinya. Tino Sidin wafat pada 29 Desember 1995 dalam usianya yang menginjak genap 70 tahun. Kini, namanya diabadikan menjadi nama Museum Taman Tino Sidin, yang didirikan di kediaman Tino di Yogyakarta pada tahun 2017. (*)

Editor : Agoes Embun

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]