Jadi Tersangka, Edhy Prabowo: Saya Mundur dari Jabatan Waketum Gerindra dan Menteri KKP


Kamis, 26 November 2020 - 06:51:00 WIB
Jadi Tersangka, Edhy Prabowo: Saya Mundur dari Jabatan Waketum Gerindra dan Menteri KKP Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - KPK telah menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, sebagai tersangka kasus dugaan suap ekspor benur. Edhy pun memilih untuk mundur dari jabatannya sebagai menteri dan di partai.

Edhy Prabowo diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra. Usai jumpa pers penetapan tersangka, Edhy Prabowo meminta maaf ke sejumlah pihak termasuk ke Partai Gerindra.

Baca Juga : Wah! Wanita yang Terseret Mobil Ternyata Istri Pimpinan DPRD Sulut

"Saya mohon maaf kepada seluruh keluarga besar partai saya. Saya dengan ini akan mengundurkan diri sebagai wakil ketua umum," kata Edhy kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/11/2020) dini hari. Edhy Prabowo juga mundur dari jabatannya sebagai menteri. Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menjadi Menteri KKP ad interim sejak Edhy ditangkap KPK.

"Juga nanti saya akan mohon diri untuk tidak lagi menjabat sebagai menteri dan saya yakin prosesnya sudah berjalan," ucapnya. "Saya bertanggung jawab penuh dan saya akan hadapi dengan jiwa besar," sambung Edhy Prabowo.

Baca Juga : Jadi Korban Rasisme, Pigai Mengadu ke Menhan AS

Sebelumnya diberitakan, Edhy Prabowo ditangkap KPK pada Selasa (24/11) menjelang tengah malam di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Saat itu Edhy Prabowo turun dari pesawat yang mengantarkannya dari Jepang.

Sebelumnya Edhy Prabowo dan rombongannya melakukan kunjungan ke Hawaii, Amerika Serikat (AS) lalu pulang ke Indonesia dengan transit dulu di Jepang.

Baca Juga : Polisi Olah TKP di Medan Pekan Depan Terkait Kasus Video Mesum Gisel

Setelah 24 jam, Edhy Prabowo ditetapkan menjadi tersangka bersama 6 orang lainnya. Edhy dijerat dengan Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Penetapan tersangka ini dilakukan usai KPK melakukan gelar perkara. KPK menyimpulkan adanya dugaan korupsi berupa penerimaan suap atau janji oleh penyelenggara negara.

"KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh Penyelenggara Negara terkait dengan perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020," kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango dalam jumpa pers.

Baca Juga : Benarkah? Pemilik Sim C Dapat BLT Rp900 Ribu

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 7 orang tersangka yaitu:

1. Edhy Prabowo (EP) sebagai Menteri KKP;

2. Safri (SAF) sebagai Stafsus Menteri KKP;

3. Andreau Pribadi Misanta (APM) sebagai Stafsus Menteri KKP;

4. Siswadi (SWD) sebagai Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);

5. Ainul Faqih (AF) sebagai Staf istri Menteri KKP; dan

6. Amiril Mukminin (AM)

Sebagai pemberi: 7. Suharjito (SJT) sebagai Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (PT DPPP).

Keenam tersangka penerima disangkakan Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan tersangka pemberi disangkakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(*)

Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 15:29:27 WIB

    Wah! Wanita yang Terseret Mobil Ternyata Istri Pimpinan DPRD Sulut

    Wah! Wanita yang Terseret Mobil Ternyata Istri Pimpinan DPRD Sulut Dari narasi di medsos yang beredar, disebutkan wanita yang menghadang mobil tersebut adalah Michaela Elsiana Paruntu. Sementara pria yang ada di dalam mobil adalah pimpinan DPRD Sulut James Arthur Kojongian..
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 15:15:46 WIB

    Jadi Korban Rasisme, Pigai Mengadu ke Menhan AS

    Jadi Korban Rasisme, Pigai Mengadu ke Menhan AS Natalius Pigai menjadi korban serangan dugaan rasisme usai mengunggah pendapat soal vaksin Sinovac. Pigai mengadukan hal tersebut ke Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin..
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 15:09:12 WIB

    Polisi Olah TKP di Medan Pekan Depan Terkait Kasus Video Mesum Gisel

    Polisi Olah TKP di Medan Pekan Depan Terkait Kasus Video Mesum Gisel Polda Metro Jaya akan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait kasus video mesum artis Gisella Anastasia bersama dengan Michael Yukinobu Defretes atau Nobu yang sempat viral di media sosial. Keduanya sudah menjadi.
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 13:52:05 WIB

    Benarkah? Pemilik Sim C Dapat BLT Rp900 Ribu

    Benarkah? Pemilik Sim C Dapat BLT Rp900 Ribu Beredar kabar bahwa pemerintah akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada para pemilik Surat Izin Mengemudi (SIM) C. Kabar itu menyebut pemilik SIM C dapat BLT sebagai stimulus di tengah pandemi COVID-19..
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 13:07:08 WIB

    Jaksa Agung Kantongi Tujuh Nama Calon Tersangka Korupsi PT Asabri

    Jaksa Agung Kantongi Tujuh Nama Calon Tersangka Korupsi PT Asabri Jaksa Agung Burhanuddin mengungkapkan saat ini sudah ada tujuh calon tersangka terkait kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau PT. Asabr.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]