Kanada Tak Dapat Prioritas Vaksin Covid, Begini Tanggapan PM Justin Trudeau


Kamis, 26 November 2020 - 07:58:31 WIB
Kanada Tak Dapat Prioritas Vaksin Covid, Begini Tanggapan PM Justin Trudeau Justin Trudeau

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan warga Kanada akan mendapat vaksinasi Covid-19 awal 2021, atau lebih lambat dari negara produsen utama. "Kanada tidak lagi memiliki kapasitas produksi domestik untuk vaksin," kata Trudeau pada konferensi pers, dikutip dari AFP.

"Kami dulu memilikinya beberapa dekade yang lalu, tetapi kami tidak lagi memilikinya," lanjut dia. Sementara, kata Trudeau, "negara-negara seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris memiliki fasilitas farmasi domestik, itulah mengapa mereka jelas akan memprioritaskan membantu warga negara dulu."

Baca Juga : Pemerintah AS akan Sidangkan Tiga Terduga Pelaku Bom Bali dan Hotel JW Marriot

Ia mengatakan dapat dimaklumi jika Kanada tidak dapat mendapat vaksinasi gelombang pertama, mengingat perusahaan farmasi akan lebih dulu mendistribusikan di dalam negeri.

"Tak lama kemudian mereka akan mulai menghormati dan memberikan kontrak yang mereka tandatangani dengan negara lain termasuk Kanada," kata Trudeau.

Baca Juga : Ngeri! PM Inggris Sebut 'Mutan' Baru Corona Lebih Mematikan!

"Kami mengharapkan untuk mulai menerima dosis tersebut dalam beberapa bulan pertama di tahun 2021." Kendati demikian, ia mengatakan bukan berarti rencana vaksinasi warga Kanada masih harus menunggu hingga semua orang di AS telah divaksin corona.

Hingga saat ini, Trudeau memaparkan telah membeli jutaan dosis dari kandidat vaksin corona dari sejumlah perusahaan farmasi. "Sejak awal kami tahu akan ada tantangan karena tidak seperti Jerman, Amerika, dan Inggris, kami tidak memiliki kapasitas produksi massal untuk vaksin sehingga kami harus menemukan sumber yang lebih luas daripada sumber tersebut," tutur dia.

Baca Juga : Usai Lengser, Trump Disebut Hidup dalam Ketakutan

"Dan itulah yang kami lakukan dan kami bahkan dikritik secara internasional karena kami mendapat terlalu banyak akses ke vaksin," ujarnya.

Pada awal Agustus lalu, pemerintah Kanada telah menandatangani kesepakatan pembelian jutaan dosis vaksin dari Pfizer dan Moderna. Data statistik John Hopkins University melaporkan hingga saat ini Kanada memiliki 346.013 kasus corona dengan 11.676 kematian.(*)

Baca Juga : Joe Biden Resmi Jadi Presiden AS, Ini Beragam Komentar dan Harapan Massa

Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]