Pengamat: Masyarakat Ingin Perubahan Kepemimpinan Sumbar Lima Tahun ke Depan


Kamis, 26 November 2020 - 08:24:49 WIB
Pengamat: Masyarakat Ingin Perubahan Kepemimpinan Sumbar Lima Tahun ke Depan Pengamat Politik dan Komunikasi dari Unand, Najmuddin M Rasul.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pengamat Politik dan Komunikasi dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Najmuddin M Rasul berpendapat ada ekspektasi masyarakat yang luar biasa untuk perubahan didalam kepemimpinan lima tahun ke depan di Sumatera Barat (Sumbar).

Najmuddin mengamati selama ini yang disebut dengan debat publik calon gubernur belum berjalan sebagaimana mestinya. Menurut dia, mereka berjalan seakan-akan seperti berpidato, sekedar menyampaikan gagasan saja.

Baca Juga : PSU Inhu, RIDHO Menang Besar di TPS 03

"Jika saya menjadi gubernur, PAD Sumatera Barat itu kecil, akan menlakukan ini, ini, ini. Lalu dibantah oleh calon lain, oh saya bukan demikian, saya akan begini. Ini yang selama ini terjadi hanya seperti orang berpidato," kata Najmuddin seperti ditayangkan Padangtv, dilansir Kamis (26/11/2020).

Kemudian sambung Najmuddin, mengenai permasalahan lingkungan hidup dan bencana banyak, sosok Gubernur Sumatera Barat berbicara menghadapi potensi tsunami dan akan melakukan ini, setelah itu dibantu oleh calon lain.

Baca Juga : PSU di Inhu Berjalan Lancar, Ditinjau Ketua Bawaslu RI dan Forkopimda

Mengamati perdebatan demikian, menurut Najmuddin, jika melihat sosok-sosok calon Gubernur ke depan mereka merupakan orang-orang yang berpengalaman di pemerintahan. Seperti Nasrul Abit, sekarang pun incumbent. Sebetulnya Nasrul Abit punya banyak informasi, maka ini yang perlu dijualnya ke masyarakat.

Kemudian Mulyadi merupakan anggota DPR RI, dia pun tahu kondisi Sumatera Barat. Lalu ada Mahyeldi yang menjabat sebagai Walikota Padang, dan Fakhrizal adalah mantan Kapolda Sumbar.

Baca Juga : PSU Pilkada Inhu dan Rohul, 90 Prajurit TNI dan 854 Personel Polda Siap Mengamankan

"Jadi kita ingin melihat bagaimana mereka beradu argumentasi bukan sekedar berpidato, kalau berpidato bukan debat publik namanya. Itu menurut saya, mereka harus menafikan isu-isu politik yang harus dipahami dengan argumentasi yang dipertanggung jawabkan," tekan Najmuddin.

Menurut Najmuddin, mereka harus memikirkan agenda dan strategi yang dilakukan dalam menghadapi fenomena alam yang akan terjadi di Sumatera Barat. Hal itu akan menghidupkan debat publik karena menyangkut cara pikir dan pandangan mereka.

Baca Juga : Kecuali Inhu dan Rohul, 6 Kepala Daerah di Riau Serentak Dilantik 26 April

"Tapi selama itu mereka tidak jual gagasan akan terjadi namanya pertandingan pidato. Kalau pidato-piadato saja, bahayanya ekspektasi masyaraakt tidak terpenuhi akibatnya angka partisipasi masyarakat 75,6 persen tidak akan tercapai," ucap Najmuddin. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]