Bawaslu Dharmasraya Perintahkan Panwascam Tindaklanjuti Gangguan Kampanye Paslon


Kamis, 26 November 2020 - 10:25:35 WIB
Bawaslu Dharmasraya Perintahkan Panwascam Tindaklanjuti Gangguan Kampanye Paslon Sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) mengaku pendukung pasangan calon tertentu berupaya memancing keributan guna mengacaukan kegiatan kampanye pasangan calon Sutan Riska Tuanku Kerajaan - Dasril Panin Datuk Labuan, di Nagari Abai Siat Kecamatan Koto Besar, Rabu (25/11) malam.

PULAUPUNJUNG, HARIANHALUAN. COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, memerintahkan jajaran Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Koto Besar, menindaklanjuti peristiwa adanya perbuatan sekelompok orang diduga pendukung salah satu pasangan calon menggangu kegiatan kampanye pasangan calon lainnya, pada Rabu (25/11) malam.

Koordinator Divisi Hukum, Penindakan, Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa pada lembaga tersebut, Alde Rado MA, di Dharmasraya, Kamis (26/11), mengatakan pihaknya sudah menerima laporan informasi sementara terkait peristiwa tersebut. 

Baca Juga : Miko Kamal: Paslon Terlambat Laporkan Dana Kampanye Tapi Tidak Didiskualifikasi, Makanya Kami Serahkan ke MK

"Berdasarkan informasi awal yang kami terima dari pihak Panwascam setempat, memang ada insiden yang melibatkan sejumlah orang yang melakukan arak-arakan menggunakan satu unit mobil dan sekitar puluhan kendaraan roda dua meneriakkan yel-yel mendukung salah satu pasangan calon di lokasi kegiatan kampanye pasangan calon lainnya," ungkap Alde.

Pada saat kejadian, lanjutnya, pihak Panwascam Koto Besar segera menghampiri pelaku arak-arakan tersebut dan meminta mereka membubarkan diri karena perbuatan tersebut dapat memicu konflik yang berujung pada dirugikannya hak para pihak termasuk pasangan calon yang mereka usung. 

Baca Juga : Sama Seperti Asrinaldi, Miko Kamal Juga Sebut MK Wajib Periksa Gugatan Perkara Paslon Pilkada Sumbar

Sebagai upaya tindaklanjut, pihaknya sudah memerintahkan jajaran Panwascam Koto Besar untuk segera meneliti serta membahas dugaan pelanggaran yang terjadi, guna dilakukan tindakan lebih lanjut. 

Menurutnya, jika ditemukan unsur pelanggarannya maka pihak Bawaslu akan menindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Baca Juga : Sekitar 80 Barang Bukti Dihadirkan Kuasa Hukum Paslon Hendrajoni-Hamdanus di Sidang MK

Ditanyakan tentang materi regulasi yang kemungkinan bisa dijadikan dasar hukum untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut, ia menjelaskan jika terbukti memenuhi unsur pelanggaran maka para pelaku bisa saja dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam ndang-undang Nomor 1 tahun 2015 tentang Pilkada Pasal 187 Ayat 2 atau Ayat 4 yang menegaskan tentang warga atau kelompok masyarakat dilarang mengganggu, mengacaukan segala kegiatan kampanye pasangan calon.

"Bagi mereka yang melanggar pasal tersebut dapat dikenakan sanksi pidana dan bisa dihukum kurungan penjara maksimal enam bulan dan sanksi Denda Rp600 ribu-Rp6 juta dan itu berlaku untuk setiap orang," tegas dia.

Baca Juga : Jelang Sidang MK, NA-IC Sebut Hadirkan 10 Saksi, Dua Diantaranya Ahli

Namun, lanjutnya, Bawaslu tidak dapat begitu saja mengatakan laporan tersebut merupakan pelanggaran. Lagipula, jika ditemukan pelanggaran, Bawaslu bakal meneruskan ke kepolisian untuk diusut.

"Nanti kita lihat, apakah yang dilaporkan ini adalah bagian dari proses atau kegiatan yang dianggap menghalangi atau mengganggu pelaksanaan kampanye yang merupakan hak setiap paslon," tutupnya. 

Sebelumnya, sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) mengaku pendukung pasangan calon tertentu pada Pilkada Dharmasraya, Sumatera Barat, terpantau berupaya memancing keributan guna mengacaukan kegiatan kampanye pasangan calon Sutan Riska Tuanku Kerajaan - Dasril Panin Datuk Labuan, di Nagari Abai Siat Kecamatan Koto Besar, Rabu (25/11) malam. 

Dari informasi yang berhasil dihimpun Harianhaluan.com di lokasi kejadian, peristiwa itu bermula dari adanya segerombolan OTK tersebut melakukan arak-arakan dan sengaja melintas di ruas jalan tempat kegiatan kampanye tersebut dilaksanakan di salah satu rumah warga di daerah itu. 

Pada saat melintas, gerombolan itu tampak berupaya mengacaukan kegiatan dan memancing keributan dengan meneriakkan yel-yel paslon yang didukungnya sembari mengeluarkan kata-kata cacian dan makian terhadap calon bupati petahana Sutan Riska Tuanku Kerajaan.(*)

Reporter : Rully Firmansyah | Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]