Sosok Audy Joinaldy di Mata Ayah dan Ibu


Kamis, 26 November 2020 - 21:35:55 WIB
Sosok Audy Joinaldy di Mata Ayah dan Ibu Ayahanda Audy Joianldy, Joinerri didampingi istrinya, Desmilia sekaligus ibunda dari Audy Joinaldy melalui Dialog Khusus Padangtv "Audy Joinaldy di Mata Ayah dan Ibu", Kamis (26/11/2020).

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Audy Joinaldy merupakan salah satu Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumbar yang ikut bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumbar 2020. Dia juga dikenal sebagai anak muda segudang prestasi.

Majunya Tokoh Milenial Sumbar itu menciptakan harapan baru bagi banyak pihak, terutama keluarga besar. Pasalnya, pemuda yang sukses di perantauan ini terlebih dahulu meminta izin dan restu dari kedua orang tuanya.

Baca Juga : Jelang Sidang di MK, KPU Solok Kembali Membuka 363 Kotak Suara

Lantas seperti apa sosok Audy di mata Ayah dan Ibu nya?.

Di mata ayahanda, Joinerri Kahar, Audy merupakan anak yang cerdas dan tidak pernah melecehkan orang tuanya. Dia pun bercerita sejak Audy masuk TK, SD sedikit susah masuk sekolah karena perekonomian sedang sulit.

Baca Juga : Miko Kamal: Paslon Terlambat Laporkan Dana Kampanye Tapi Tidak Didiskualifikasi, Makanya Kami Serahkan ke MK

Ketua Koperasi Saudagar Minang Raya ini melihat perjalanan hidup Audy berjalan sangat mulus. Bahkan tanda-tanda anak pertamanya itu menjadi orang sukses sudah sangat terasa sejak kecil.

"Seiring waktu berjalan dari SMP ke SMA, SMA ke ITB lancar sekali. Institut Pertanian Bogor (IPB) pun diselesaikan Audy dengat sangat cepat karena dia lulusan terbaik diangkatan saat itu," kata Joinerri didampingi istrinya, Desmilia sekaligus ibunda dari Audy Joinaldy melalui Dialog Khusus Padangtv "Audy Joinaldy di Mata Ayah dan Ibu", Kamis (26/11/2020).

Baca Juga : Sama Seperti Asrinaldi, Miko Kamal Juga Sebut MK Wajib Periksa Gugatan Perkara Paslon Pilkada Sumbar

Pria yang akrab disapa Joi ini menambahkan, Audy juga merupakan anak yang rajin sekolah dan tidak ada bosannya sekolah. Begitu lulusan dari IPB, kemudian melanjutkan pendidikan di Wageningen Universiteit Netherlands, di sana pun Audy bisa menjadi Presiden Pelajar Indonesia.

"Istimewanya, biasanya yang menjadi Presiden Pelajar Indonesia itu orang yang mengambil S3 tapi saat itu Audy masih S2. Artinya setahun di situ dia dipercaya memimpin pelajar-pelajar Indonesia," kata Joinerri dengan bangga terhadap Audy.

Baca Juga : Sekitar 80 Barang Bukti Dihadirkan Kuasa Hukum Paslon Hendrajoni-Hamdanus di Sidang MK

Begitu belum selesai kuliah, kata Joinerri, Audy sudah dilamar oleh salah satu perusahaan. Hanya saja Joinerri tidak bahagia lantaran dia menginginkan anaknya membuka lapangan pekerjaan. Bayangkan jika seluruh mahasiswa yang lulus mencari kerja lantas dimana mereka akan bekerja.

Kendati demikian, ada satu hal yang dipesankan Joinerri kepada Audy adalah kejujuran. Karena bagi dia, sirkulasi kehidupan hanya satu putaran saja. Jika sekali berbuat curang dalam berusaha pasti imbasnya akan sangat luas.

"Jadi jangan sampai kita berbuat baik dalam berusaha. Meskipun kita harus menanggung resiko dari akibat itu. Harus ditanggung, tidak masalah, suatu saat keuntungn akan kembali lagi. Dengan kejujuran dan kerja keras akan berhasil. Audy dan adik-adiknya betul-betul mentaati kejujuran itu," ujar Joinerri.

Melihat pencapaian Audy, ibundanya, Desmilia merasa bangga karena anak-anak yang dilahirkannya selalu diberi Allah jalan yang lurus. Setelah berhenti bekerja, Desmilia giat mendidik anak-anaknya, bahkan dalam waktu singkat mereka sudah pandai membaca.

"Dalam waktu tiga tahun anak-anak sudah pandai membaca, alfabet ini dinyanyikan ke anak-anak jadi cepat sekali bisa bacanya," cerita Desmilia.

Desmilia menambahkan, Audy saat lulus kuliah juga dapat predikat cumlaude. Ini sesuatu yang sangat membanggakan untuk seorang ibu. Audy sebagai anak tertua juga memberikan contoh yang baik kepada adik-adiknya.

Desmilia menuturkan, Audy memiliki sifat yang penyayang kepada adik-adiknya dan selalu mengalah. Meski mempunyai tiga orang anak laki-laki, tetapi mereka selalu akur.

Desmilia melihat Audy merupakan sosok yang sangat bertanggungjawab dan tidak pernah setengah-setengah mengerjakan sesuatu. Kepribadiaanya yang demikian menghasilkan hal begitu besar, membanggakan orang tua.

Kemudian Joinerri pun membeberkan, Audy bisa menjadi pintar karena waktu kecil suka makan gulai otak. Dulu badannya pun gendut, dan seiring berjalan waktu Audy menjadi lebih sehat karena sering bersepeda saat mengenyam pendidikan di Belanda.

Bagi Joinerri, kepribadian istri yang sangat lemah lembut. Saat mendidikan Audy pun tidak pernah dengan kekerasan, seperti dipukul, dimarahi, dikurung. Walhasil, Audy tumbuh dengan sehat dan bahagia.

"Kalau anak salah, saya memberitahukan dengan cara baik-baik. Misalnya kalau bawa mobil kencang, diberitahu resikonya," sebut Joinerri.

Dengan turunnya Audy menjadi Cawagub Sumbar, menurut Joinerri, sesuatu yang datang tiba-tiba. Diajak oleh salah satu Calon Gubernur. Kemudian Audy meminta pendapat orang tua.

"Saya bilang kamu harus bisa berbuat sesuatu untuk kampung halaman. Sesudah lima kali pertemuan, akhirnya dia terima (menjadia Cawagub Sumbar). Setelah diterima Audy akan komit dan figh habis-habisan," ungkap Joinerri.

Terakhir, Desmilia dan Joinerri berharap Audy bisa memberikan kemajuan untuk negara, selalu taat agama. Semua butuh perjuangan, Audy memiliki pendidikan yang tinggi, attitude yang baik.

"Langkah apapun yang diambil ada resiko, berhasil atau tidak semua kehendak Allah," tukasnya. (*)

 

Reporter : Milna Miana | Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]