Di Padang Masih Banyak Kasus Gizi Buruk, Dosen Unand Laksanakan Program Kimitraan Masyarakat


Jumat, 27 November 2020 - 10:22:03 WIB
Di Padang Masih Banyak Kasus Gizi Buruk, Dosen Unand Laksanakan Program Kimitraan Masyarakat Dosen Unand Laksanakan Program Kimitraan Masyarakat (PKM) di Posyandu Anggrek 2, Seberang  Padang. IST

PADANG,HARIANHALUAN.COM-Pada saat ini masih ditemukan balita dengan kasus gizi kurang dan gizi buruk di kota Padang, karena penanganan masalah gizi kurang dan gizi buruk belum maksimal. 

Penderita gizi kurang dan gizi buruk terbanyak pada balita usia emas di bawah 2 tahun. Berdasarkan survei yang dilakukan, ditemukan balita anggota Posyandu Anggrek 2 di Seberang  Padang mengalami gizi kurang dan gizi buruk. 

Baca Juga : Ada Sekitar 93 Unit IPPKH Aktif di Kalimantan Selatan

Berdasarkan observasi yang dilakukan secara dari rumah ke rumah (door to door) oleh tim peneliti, penyebab utama dari gizi kurang dan gizi buruk pada balita Posyandu Anggrek 2 adalah kurangnya pengetahuan ibu balita tentang pentingnya makanan bergizi untuk tumbuh-kembangnya balita, kesehatan dan imunitas, disamping itu kondisi ekonomi keluarga dan jumlah anak juga sangat berpengaruh terhadap status gizi balita. 

Hal ini mendorong tim peneliti dari Jurusan Kimia FMIPA dan Fakultas Farmasi Unand  melaksanakan kegiatan 
”Program Kemitraan Masyarakt (PKM) Posyandu Anggrek 2 di kelurahan Seberang Padang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang”. 

Baca Juga : Lagi, Rafflesia Tuan-Mudae Mekar Sempurna di Cagar Alam Maninjau

Program ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang didanai oleh didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Deputi Bidang Penguatan Risbang Kemenristek/BRIN. 

Kegiatan ini bertujuan untuk bertujuan untuk meningkatkan gizi balita anggota Posyandu Anggrek 2 dan meningkatan pengetahuan ibu dari balita tentang makanan bergizi dan cara pengolahan makanan agar tidak kehilangan nutrisi nya. Membarikan pengatahuan tentang manfaat Spirulina platensis sebagai suplement bernutrisi tinggi.

Baca Juga : DLH Tanam Ribuan Bibit Produktif di 19 Taman Kota Padang

Tim diketuai oleh Dr. Armaini, MS. dengan anggota Prof. Dr. Yetria Rilda (Kimia-FMIPA) dan Dr. Netti Suharti (Fakultas Farmasi), serta melibatkan 2 orang mahasiswa. 

Solusi yang diberikan tim PKM untuk mengatasi masalah gizi kurang dan gizi buruk dilakukan dalam 2 bentuk kegiatan. Pertama memberikan kapsul Spirulina platensis yang merupakan suplement bernutrisi tinggi, disertai pemberian menu makanan bergizi untuk meningkatkan status gizi balita dari gizi kurang dan gizi buruk menjadi gizi baik dan juga meningkatkan imunitas balita. Status gizi balita ditentukan bardasarkan indek Antropometri (berat badan/umur dan tinggi badan/umur ) untuk menentukan status gizi balita merujuk pada Surat Keputusan Mentri Kesehatan Republik Indonesia (SK MEMKES No: 1995/MENKES/SK/XI/2010). 

Baca Juga : Terumbu Karang Rusak, Nelayan di Tiku Mengeluh

Kegiatan kedua,  memberikan penyuluhan yang diberikan dengan 3 tahap yaitu penyuluhan sosialisai COVID-19 untuk penerapan protokol COVID-19, waspadai gejala, penanganan dan peningkatan imunitas selama pendemi, penyuluhan tentang gejala gizi buruk, makanan bergizi yang dapat meningkatkan status gizi dan imunitas, penyuluhan manfaat Spirulina platensis sebagai suplement nutrisi tinggi untuk meningkatkan gizi dan sebagai antioksidan tinggi yang dapat meningkatkan imunitas pada balita. 

Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dan ucapan terima kasih dari ibu dari balita anggota Posyandu Anggrek 2 kepada tim PKM Unand karena telah membantu mengatasi masalah gizi kurang dan gizi buruk pada anak mereka, Pemberian kapsul Spirulina platensis telah dapat meningkatan status gizi balita dan penyuluhan memberikan pengetahuan tentang gizi dan makanan dan menu balita bergizi tinggi, manfaat Spirulina platensis, pengetahuan tentang COVID-19 dan peningkatan imunitas keluarga. Kami tim PKM sangat senang karena kegiatan ini telah dapat membantu masalah gizi balita Posyandu Anggrek 2 di Sebarang Padang.

Tim pelaksanaan kegiatan mengucapkan terima kasih untuk respon yang positif dan dukungan dari Kepala Puskemas Sebarang Padang, dr. Desy Susanti dan petugas Puskesmas untuk kegiatan Posyandu Rahmawati S.ST, M.Kes. Keberadaan dan konstribusi mitra yaitu tim kadar Posyandu yang diketuai oleh Roza Yusra dan anggotanya sangat membantu dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. (*)

Editor : Dodi

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 23 Januari 2021 - 19:50:43 WIB

    Ada Sekitar 93 Unit IPPKH Aktif di Kalimantan Selatan

    Ada Sekitar 93 Unit IPPKH Aktif di Kalimantan Selatan Secara umum, luas total kawasan hutan di Provinsi Kalsel kurang lebih 1.664.000 Ha, dimana seluas kurang lebih 950.800 Ha merupakan kawasan hutan lindung dan produksi..
  • Kamis, 21 Januari 2021 - 22:43:48 WIB

    Lagi, Rafflesia Tuan-Mudae Mekar Sempurna di Cagar Alam Maninjau

    Lagi, Rafflesia Tuan-Mudae Mekar Sempurna di Cagar Alam Maninjau Satu individu bunga langka dan dilindungi jenis Rafflesia Tuan-Mudae mekar sempurna di kawasan hutan Cagar Alam Maninjau, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Rabu (20/1/2021) kemarin. .
  • Selasa, 19 Januari 2021 - 18:15:59 WIB

    DLH Tanam Ribuan Bibit Produktif di 19 Taman Kota Padang

    DLH Tanam Ribuan Bibit Produktif di 19 Taman Kota Padang Dalam rangka untuk memanfaatkan ruang terbuka hijau bernilai ekonomis, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mengupayakan bibit tanaman produktif di Kota Padang..
  • Ahad, 17 Januari 2021 - 23:17:49 WIB

    Terumbu Karang Rusak, Nelayan di Tiku Mengeluh

    Terumbu Karang Rusak, Nelayan di Tiku Mengeluh Sejumlah nelayan di Tiku, Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam mengeluh banyaknya terumbu karang yang rusak. Akibatnya, hasil tangkapan mereka mengalami penurunan. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten, Agam Ar.
  • Ahad, 17 Januari 2021 - 18:29:32 WIB

    Pembersihan Sampah Pantai Padang Terkendala Alat Berat

    Pembersihan Sampah Pantai Padang Terkendala Alat Berat Tumpukan sampah yang belum tertangani hingga saat ini diduga lantaran keterbatasan peralatan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang menyebut penanganan sampak di Kota Padang mesti menggunakan alat berat dari Dinas Pekerjaa.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]