Pernah Diprotes Ombudsman, Peraturan Izin Ekspor Benih Lobster Sudah Bermasah Sejak Awal


Jumat, 27 November 2020 - 11:23:09 WIB
Pernah Diprotes Ombudsman, Peraturan Izin Ekspor Benih Lobster Sudah Bermasah Sejak Awal Prabowo dan Edhy Prabowo di Istana. (Liputan6)

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Perusahaan lain yang menjadi penerima izin ekspor benih lobster semestinya juga diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebab Perizinan Ekspor Benih Lobster sudah bermasalah sejak awal.

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) mengatakan izin terkait ekspor benih lobster telah bermasalah sejak awal.

Baca Juga : Astaga! Ada Masalah, Pilot Matikan Mesin Boeing 737 MAX Saat Mengudara

"Pemberian izin ekspor benih lobster sangat-sangat bermasalah sejak dari awal, khususnya ketiadaan transparansi dan akuntabilitas," kata Sekjen Kiara Susan Herawati dalam keterangan tertulis, Jumat (21/11/2020).

Susan mengingatkan bahwa Ombudsman Republik Indonesia (ORI) pernah mengingatkan dalam kebijakan pemberian izin ekspor lobster ini terdapat banyak potensi kecurangan.

Baca Juga : Kapolres Inhu Jebloskan Ratusan Tersangka Narkoba ke Penjara

Bahkan, lanjut Susan, ORI menyebut bahwa izin ekspor benih lobster itu bertentangan dengan konstitusi Republik Indonesia. "Sayangnya, Edhy Prabowo tidak mendengarkan penilaian tersebut," ungkapnya.

Susan mendesak KPK untuk melakukan penyelidikan dan pengusutan lebih dalam kepada sejumlah perusahaan yang telah melakukan ekspor benih lobster berdasarkan izin yang telah diberikan oleh Edhy Prabowo.

Baca Juga : Ada Truk CPO Terperosok, Jalan Lintas Kinali-Padang Macet

Hal tersebut, lanjutnya, karena setidaknya telah ada sembilan perusahaan yang melakukan ekspor benih lobster per Juli 2020.

Bagi Susan, mekanisme pemberian izin ekspor bagi 9 perusahaan ini, wajib diselidiki terus oleh KPK.

Baca Juga : Musibah di Jumat Petang, Empat Rumah Hangus Terbakar

Sekjen Kiara mengapresiasi langkah-langkah cepat yang diambil oleh KPK dalam merespon kasus ini.

Sebelumnya, KPK resmi menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka dugaan suap ekspor benih lobster pada Rabu (25/11) dini hari. Selain Edhy, ada enam orang lainnya yang turut ditetapkan sebagai tersangka, 1 di antaranya adalah pemberi suap.

KKP melalui Surat Edaran Nomor: B. 22891 IDJPT/Pl.130/Xl/2020 menyatakan menghentikan sementara penerbitan Surat Penetapan Waktu Pengeluaran (SPWP) terkait ekspor benih bening lobster.

"Terhitung surat edaran ini ditetapkan, penerbitan SPWP dihentikan hingga batas waktu yang tidak ditentukan," sebagaimana tercantum dalam SE yang ditandatangani oleh Plt Dirjen Perikanan Tangkap, Muhammad Zaini di Jakarta, 26 November 2020.

Dalam surat edaran tersebut disebutkan bahwa langkah kebijakan penghentian sementara itu adalah dalam rangka memperbaiki tata kelola pengelolaan benih bening lobster (BBL) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12/PERMENKP/2020 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Ponunus spp.) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia serta mempertimbangkan proses revisi Peraturan Pemerintah tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kemudian, disebutkan pula bahwa bagi perusahaan eksportir yang memiliki BBL dan masih tersimpan di packing house per tanggal surat edaran ini ditetapkan, diberikan kesempatan untuk mengeluarkan BBL dari Negara Republik Indonesia paling lambat satu hari setelah surat edaran ini ditetapkan.

Surat Edaran tersebut ditujukan kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota; Ketua Kelompok Usaha Bersama Penangkap Benih Bening Lobster; serta Eksportir Benih Bening Lobster.

Tembusan dari surat tersebut adalah kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI Ad. Interim; Sekretaris Jenderal KKP; Inspektur Jenderal KKP; Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan; dan Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan.(*)

Editor : Dodi | Sumber : Antara
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 06 Maret 2021 - 10:39:05 WIB

    Astaga! Ada Masalah, Pilot Matikan Mesin Boeing 737 MAX Saat Mengudara

    Astaga! Ada Masalah, Pilot Matikan Mesin Boeing 737 MAX Saat Mengudara Sebuah pesawat Boeing 737 MAX milik maskapai American Airlines berhasil mendarat dengan selamat setelah pilot mematikan satu mesin selama penerbangan. Pesawat tersebut mendarat di Newark, New Jersey, Amerika Serikat pada hari.
  • Jumat, 05 Maret 2021 - 23:33:05 WIB

    Kapolres Inhu Jebloskan Ratusan Tersangka Narkoba ke Penjara

    Kapolres Inhu Jebloskan Ratusan Tersangka Narkoba ke Penjara Setidaknya sudah 319 tersangka kasus narkoba di Kabupaten Inhu, Provinsi Riau  diringkus dan meringkuk dibalik jeruji besi semenjak jabatan  Kapolres Inhu dipangku oleh AKBP Efrizal S.I.K, hingga sekarang..
  • Jumat, 05 Maret 2021 - 22:47:16 WIB

    Ada Truk CPO Terperosok, Jalan Lintas Kinali-Padang Macet

    Ada Truk CPO Terperosok, Jalan Lintas Kinali-Padang Macet Satu unit truk tangki pembawa CPO terperosok di bagian pangkal jembatan darurat Pinaga Sungai Paku. Kejadian tersebut mengakibatkan terjadinya kemacetan panjang di Jalan Lintas Kinali-Padang, Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (5.
  • Jumat, 05 Maret 2021 - 22:33:45 WIB

    Musibah di Jumat Petang, Empat Rumah Hangus Terbakar

    Musibah di Jumat Petang, Empat Rumah Hangus Terbakar Empat rumah berkonstruksi permanen,  terbakar dengan cepat, Jumat (5/3/21) petang. Dalam musibah  tidak ada korban jiwa..
  • Jumat, 05 Maret 2021 - 22:26:05 WIB

    Dua Orang Hilang Terseret Ombak di Perairan Pesisir Selatan

    Dua Orang Hilang Terseret Ombak di Perairan Pesisir Selatan Dua orang dilaporkan hilang terseret ombak di perairan pesisir pantai, Nagari Lakitan, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat (5/3/2021) sekitar pukul 17.00 WIB. Mendapat laporan, tim dari Kantor Pencarian dan .
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]