Pakar: Mencegah Penularan Covid-19 Sama Derajatnya dengan Melakukan Ibadah


Jumat, 27 November 2020 - 11:29:56 WIB
Pakar: Mencegah Penularan Covid-19 Sama Derajatnya dengan Melakukan Ibadah Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH., Dr.PH, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Ist

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH., Dr.PH, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia mengatakan, dari perspektif agama mencegah penularan Covid-19 sama derajatnya dengan melakukan ibadah.

Menjaga diri dan orang lain di sekitar agar tidak tertular Covid-19 adalah ibadah. Saking besarnya ibadah itu sampai naik haji dan sholat jumat berjamaah pun boleh ditinggalkan untuk menghindari penularan lewat kerumunan.

Baca Juga : Apa Itu Gangren? Gejala Baru Covid-19 yang Bisa Berisiko Amputasi Anggota Tubuh

“Masyarakat harus berpifikir positif, selektif, dan cerdas dalam menerima informasi, ambil informasi dari sumber resmi dan terpercaya seperti penjelasan pemerintah,” imbuh Prof. Hasbullah pada acara Dialog Produktif bertema “Memaksimalkan Pengelolaan Kesehatan Lewat Vaksinasi” yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) melibatkan Jurnalis Ubah Laku, kemarin.

Prof. Hasbullah menambahkan, apabila masyarakat bisa disipilin menjalankan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak aman), dan pemerintah aktif menjalankan 3T (Tracing, Testing, Treatment), maka dapat menghemat kerugian negara yang lebih besar lagi.

Baca Juga : 'Varian Raja' dari Afsel, Corona B1351 Harus Lebih Diwaspadai dari B117

"Kita bisa menghemat sampai Rp500 Triliun, dan menggunakannya untuk membangun ekonomi Indonesia," terang Prof. Hasbullah.

Saat ini kata Prof. Hasbullah, pemerintah memang menanggung biaya rumah sakit melalui anggaran Kementerian Kesehatan. Saya kira kalau dirawat lebih dari 30 hari apalagi harus masuk ICU yang biayanya bisa sehari Rp15 juta per hari, pengeluarannya bisa lebih dari seratus juta.

Baca Juga : Ibu Hamil tak Direkomendasikan Vaksinasi Covid-19, Ini Penjelasan PP POGI

"Tapi masyarakat perlu pahami, meski ditanggung negara maka jangan merasa nyaman dan tidak peduli menjalankan protokol Kesehatan," terang Prof. Hasbullah.

"Ingat pada saat dirawat kita menjadi tidak produktif, itu sudah kehilangan banyak pendapatan per harinya. Belum lagi setiap hari pasien merasa khawatir dengan kondisi kesehatannya, ini yang tidak bisa dihitung oleh uang," tambah Prof. Hasbulla.

Baca Juga : Ada Beberapa Varian Mutasi Corona Baru yang Ditemukan, Apa saja?

Oleh karena itu Prof. Hasbullah menyarankan untuk disiplin menjalani protokol kesehatan 3M. Kalau nanti sudah ada vaksin, bisa ditambah dengan vaksin. Meskipun harga vaksin belum keluar nilainya, tapi misalnya harganya nanti katakanlah Rp200.000, investasi ini akan memberikan peluang lebih aman daripada berisiko besar terinfeksi dan memerlukan pengobatan.

“Biayanya sangat berat kalau terkena Covid-19, apalagi nanti tidak mau divaksinasi. Hidup bisa tidak nyaman karena risiko mengeluarkan Rp200-300 juta apabila terinfeksi. Vaksin terbukti mampu memberikan ketenangan, pada contohnya kasus penyakit TBC, karena hampir semua orang sudah divaksinasi BCG, kita bisa tenang menjalani kehidupan,” terang Prof. Hasbullah.

“Kita harus menyadari bahwa mencegah penularan Covid-19 sangat besar manfaatnya bagi diri sendiri dan orang lain. Manfaatnya memang tidak kelihatan saat kita belum mengalaminya, sama seperti perumpamaan, kita baru menyadari mahalnya mata kita saat kita sudah tidak bisa melihat lagi. Jadi jangan kita tunggu sampai kita kehilangan penglihatan. Mencegah jauh lebih baik dan itulah amal ibadah kita,” tutup Prof. Hasbullah.

Diketahui, Pemerintah secara serius berupaya memberikan perlindungan kepada masyarakat terhadap dampak pandemi Covid-19.

Perlindungan terhadap Kesehatan masyarakat menjadi prioritas, pemerintah terus melakukan upaya Testing, Tracing, dan Treatment, serta edukasi 3M guna menekan penularan Covid-19. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]