Menteri PPPA Tegaskan Perempuan Kunci Peningkatan Pendapatan Negara


Jumat, 27 November 2020 - 17:08:31 WIB
Menteri PPPA Tegaskan Perempuan Kunci Peningkatan Pendapatan Negara Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat diskusi public. Foto/Milna

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Sesuai data World Economy Forum, dinyatakan pemberdayaan perempuan adalah kunci peningkatan pendapatan negara. Perempuan adalah kekuatan. Data Persatuan Perawat Nasional 2017, 71 persen perawat adalah perempuan.

Hal itu ditegaskan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat diskusi public via zoom Jurnalis Ubah Laku bersama BBC Action, Dewan Pers dan Kementerian PPPA dengan tema Pandemi Covid-19 dan Perlindungan Terhadap Perempuan, Bagaimana Peran Pers?, Jumat (27/11/2020).

Acara itu dibuka oleh Agus Sudibyo dari Dewan Pers dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia.

Diskusi dimoderatori oleh Helena Rea dari BBC, sedangkan pematerinya Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Pribudiarta Nur Sitepu, Nova Eliza aktris, Petty S. Fatimah Pemimpin Redaksi Femina, Dr. Binahayati Rusyidi MSW peneliti dari Universitas Padjadjaran.

Menteri PPPA menilai, perempuan yang punya peran sentral dalam rumah tangga. Yang memastikan kondisi kesehatan keluarga. Agen yang penting dalam kampanye disiplin protokol kesehatan. Penting untuk menggaungkan perlindungan dan pemberdayaan perempuan agar bangsa kita bangkit.

"Sinergi kuat antar sektor harus terus dilakukan. Pemerintah, akademisi, dunia usaha, media massa dan masyarakat harus mengambil peran masing-masing. Kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa media massa bisa mensosialisasikan isu ini. Kegiatan iuni jadi inspirasi semua pihak dalam mengambil peran demi kemjauan bangsa dan negara. Perempuan berdaya, negara maju," sebutnya.

Menteri PPA menambahkan, publik perlu mendapatkan pemahaman memadai tentang beban dan masalah perempuan menghadapi pandemi tersebut. Media massa perlu berkontribusi dalam upaya membangun kesadaran dan pemahaman publik tersebut. 

Disamping itu, Menteri PPA mengatakan, kegiatan ini akan memberikan andil kepada masyarakat luas tentang peran perempuan dalam pandemi ini. Perhatian khusus harus diberikan kepada perempuan. Ada tantangan dan peluang, jika dimanfaat sungguh-sungguh maka banyak kebaikan yang dituai.

"Kesempatan itu adalah pemberdayaan dan perlindungan terhadap perempuan. Jumlah perempuan hampir setengah dari populasi penduduk Indonesia. Setengah dari kekuatan SDM bangsa ini adalah perempuan. Masih banyak gap yang luas dengan lelaki, jika gap ini diperkecil akan lebih baik," tukasnya. (*)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]