Kenapa Din Syamsuddin dan Tengku Zul dkk Tak Masuk Kepengurusan MUI? Ini Tanggapan PPP


Jumat, 27 November 2020 - 18:51:48 WIB
Kenapa Din Syamsuddin dan Tengku Zul dkk Tak Masuk Kepengurusan MUI? Ini Tanggapan PPP Din Syamsuddin

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah membentuk kepengurusan baru, namun Din Syamsuddin dan Tengku Zulkarnain dkk tidak masuk di dalamnya. PPP menilai tidak masuknya mereka dalam kepengurusan baru itu bukan sebuah permasalahan.

"PPP melihat bahwa kepengurusan yang baru ini tetap mencerminkan MUI sebagai rumah atau wadah bersama berbagai organisasi Islam dan elemen umat Islam. Soal tidak masuknya sejumlah tokoh, seperti Pak Din Syamsuddin dkk, maka seyogianya tidak perlu menjadi isu tentang tidak terakomodasinya sosok-sosok yang dipandang berseberangan terhadap pemerintah," kata Sekjen PPP Arsul Sani kepada wartawan, Jumat (27/11/2020).

Baca Juga : Benarkah? Pemilik Sim C Dapat BLT Rp900 Ribu

Arsul mengatakan orang yang mengisi MUI lebih baik orang yang cenderung tidak berseberangan dengan pemerintah. Sebab, MUI dinilai wadah organisasi bagi seluruh umat Islam. Orang yang bersikap oposisi, kata Arsul, lebih pantas ada di parpol.

"Yang duduk di MUI memang sebaiknya bukan yang sikap dasarnya cenderung beroposisi terhadap kekuasaan. Mereka yang bersikap dasar seperti ini memang lebih pas ada di partai politik atau gerakan masyarakat sipil, bukan di wadah bersama para ulama," ujarnya.

Baca Juga : Jaksa Agung Kantongi Tujuh Nama Calon Tersangka Korupsi PT Asabri

Meskipun demikian, Arsul berharap MUI tetap melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Dia meminta MUI tetap mengingatkan jika ada kebijakan yang tidak pas.

"Harapan umat Islam kan memang menginginkan MUI tetap kritis terhadap pemegang kekuasaan. Maknanya, ketika pemerintah benar kebijakannya, ya disikapi positif. Ketika pemerintah dianggap menyimpang atau tidak pas, ya harus diingatkan sesuai prinsip amar ma'ruf nahi munkar," imbuhnya.

Baca Juga : Waduh, Ada 2 Kapal Berbendera Malaysia Kepergok Curi Ikan di Selat Malaka

Seperti diketahui, pengurus MUI 2020-2025 masih diisi beberapa nama lama, namun Din Syamsuddin hingga Tengku Zulkarnain tak ada di struktur kepengurusan. Din Syamsuddin sebelumnya menjabat Ketua Dewan Pertimbangan MUI. Din telah menyatakan tak akan menghadiri Munas MUI sebelum gelaran itu dilaksanakan.

Tengku Zulkarnain, yang dikenal kerap berseberangan dengan kebijakan pemerintah, juga tak ada di struktur kepengurusan MUI 2020-2025. Tengku Zul menghormati hasil Munas MUI dan menyatakan akan fokus berdakwah keliling Indonesia dan dunia.

Baca Juga : Eks HTI Dilarang Ikut Pemilu, Begini Penjelasan Komisi II DPR RI

Tokoh-tokoh yang dikenal berafiliasi dengan PA 212 juga tak lagi menjadi pengurus MUI 2020-2025. Bachtiar Nasir, yang duduk sebagai Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, tak mendapat posisi baru di kepengurusan teranyar.

Bachtiar Nasir aktif memimpin GNPF MUI ketika kasus penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tengah panas-panasnya. Ada juga Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak, yang tak diikutsertakan di kepengurusan MUI yang baru. Yusuf Martak menjabat bendahara di kepengurusan MUI yang lama.(*)

Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 13:52:05 WIB

    Benarkah? Pemilik Sim C Dapat BLT Rp900 Ribu

    Benarkah? Pemilik Sim C Dapat BLT Rp900 Ribu Beredar kabar bahwa pemerintah akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada para pemilik Surat Izin Mengemudi (SIM) C. Kabar itu menyebut pemilik SIM C dapat BLT sebagai stimulus di tengah pandemi COVID-19..
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 13:07:08 WIB

    Jaksa Agung Kantongi Tujuh Nama Calon Tersangka Korupsi PT Asabri

    Jaksa Agung Kantongi Tujuh Nama Calon Tersangka Korupsi PT Asabri Jaksa Agung Burhanuddin mengungkapkan saat ini sudah ada tujuh calon tersangka terkait kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau PT. Asabr.
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 12:34:55 WIB

    Waduh, Ada 2 Kapal Berbendera Malaysia Kepergok Curi Ikan di Selat Malaka

    Waduh, Ada 2 Kapal Berbendera Malaysia Kepergok Curi Ikan di Selat Malaka Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap dua kapal ikan asing ilegal berbendera Malaysia. Mereka disebut mencuri ikan di perairan Indonesia bahkan peristiwa tersebut diwarnai aksi kejar-kejaran dengan aparat..
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 12:25:51 WIB

    Eks HTI Dilarang Ikut Pemilu, Begini Penjelasan Komisi II DPR RI

    Eks HTI Dilarang Ikut Pemilu, Begini Penjelasan Komisi II DPR RI Anggota Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin menjelaskan argumen adanya klausul dalam RUU Pemilu terkait eks-anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dilarang ikut dalam kontestasi Pemilu Presiden, Pemilu Legislatif, dan Pilka.
  • Selasa, 26 Januari 2021 - 11:56:45 WIB

    Dulu 12 Jam, Kini Bakauheni-Palembang Cuma 3,5 Jam Lewat Tol

    Dulu 12 Jam, Kini Bakauheni-Palembang Cuma 3,5 Jam Lewat Tol Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan tol Trans Sumatera ruas Kayu Agung-Palembang sepanjang 42,5 km. Kini, dari Bakauheni ke Palembang sudah tersambung tol sehingga waktu tempuh menjadi lebih singkat..
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]