Hati-hati Ya! Tol Trans Sumatera Rawan Begal, Begini Penjelasan Kepala BPJT Kementerian PUPR


Jumat, 27 November 2020 - 19:01:07 WIB
Hati-hati Ya! Tol Trans Sumatera Rawan Begal, Begini Penjelasan Kepala BPJT Kementerian PUPR Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Masih sepinya jalan tol Trans Sumatera ternyata berpotensi mengundang aksi kejahatan dan tindak kriminal seperti begal dan pelanggaran tata tertib. Menanggapi itu, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) buka suara.

Kepala BPJT Kementerian PUPR, Danang Parikesit meminta pihak Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk meningkatkan aspek keselamatan di jalan tol Trans Sumatera.

Baca Juga : Sepekan Usai Divaksin Sinovac, Bupati Ini Positif Covid-19

"BUJT harus mengedepankan aspek keselamatan jalan, lingkungan, juga aspek lain yang berkaitan dengan pelayanan publik," kata Danang saat dihubungi detikcom, Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Selain itu, Danang juga meminta pihak BUJT dalam hal ini PT Hutama Karya mengambil langkah preventif melalui pengaturan dan penjagaan jalan tol. "Himbauan melalui variable message sign (VMS) dan sosialisasi keselamatan di jalan tol," ungkapnya.

Baca Juga : Waduh! Menkes Sebut Testing Corona di RI Salah, Maksudnya Gimana?

Sebelumnya, Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno mengungkapkan pihaknya pernah melakukan pemantauan lapangan mengenai kondisi tol Trans Sumatera.

Djoko bilang, ada beberapa zona yang relatif lebih rawan dari kejahatan. Artinya, tidak semua ruastol Trans Sumaterarawan aksi kejahatan karena masih sepi pengendara.

Baca Juga : PPATK: Penerapan UU Pencucian Uang Butuh Dukungan Hakim

"Jadi itu ruas yang selatan saja, yang utara tidak. Di selatan ada dua wilayah yang rawan sekitar Mesuji dan Kayu Agung di daerah rawa-rawa, zona merah lah," kata Djoko kepada CNBC yang dikutip, Jumat (27/11/2020).

Secara spesifik, Djoko mengatakan ruas yang dianggap zona merah itu relatif jauh dari Mesuji dan Kayu Agung. Namun beberapa kejadian tindak kejahatan pernah terjadi di sana.

Baca Juga : Pakar Hukum: Penuntasan Kasus Tewasnya 6 Laskar FPI Harus Jadi Prioritas 100 Hari Kerja Listyo Sigit

Sementara di bagian utara tol Trans Sumatera, Djoko menilai tidak pernah terjadi masalah. Menurut Djoko, pemicunya adalah mengenai tingkat sosial di wilayah tersebut.

"Sebagai pembanding tol di Kalimantan juga sepi, tapi malah aman," ujarnya. Untuk membenahi masalah sosial di wilayah tersebut, Djoko mengungkapkan arus ada pembenahan khususnya mengenai pelayanan jalan tol.

Salah satunya ketentuan standar pelayanan minimum (SPM) seperti lampu penerangan jalan yang harus diubah. Dia menjelaskan, ketentuan soal lampu penerang jalan memang tidak diwajibkan untuk ruas tol antar kota dan hanya berlaku di tol dalam kota saja.(*)

Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]