Menyusuri Kekayaan Keindahan Alam dan Adat Nagari Lubuk Karak Dharmasraya


Jumat, 27 November 2020 - 20:09:44 WIB
Menyusuri Kekayaan Keindahan Alam dan Adat Nagari Lubuk Karak Dharmasraya Atraksi Silek Bailau, kesenian tradisional masyarakat adat Nagari Lubuk Karak yang merupakan kombinasi unik antara gerakan silat, tari piring dengan diiringi penabuh canang atau gong kecil sebagai sumber irama gerak.

PULAUPUNJUNG, HARIANHALUAN.COM - Aliran sungai beriak jernih dengan hamparan sawah masyarakat, menjadi penggugah nurani saat menyaksikan keindahan bentang alam Nagari Lubuk Karak Kecamatan IX Koto, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. 

Iringan kerbau ternak yang asyik memamah rumput di kiri kanan Batang Momong yang berhulu ke kawasan Garabak Data Kabupaten Solok, seakan menjadi pelengkap keindahan alam pedesaan masyarakat adat suku Melayu kaum Datuk Bagindo Tan Tuah dan masyarakat adat suku Pitopang kaum Datuk Peto Alam di bawah junjungan Maharajo Jambu Lipo Lubuk Tarok, yang merupakan salah satu unsur Rajo Tigo Selo di Minangkabau. 

Dikatakan salah seorang warga setempat, Hamzah (37), selain bentangan sungai kawasan itu juga memiliki dua air terjun, Sungai Batang Lilik dan Batu Ojung, lengkap dengan kebeningan air khas sungai-sungai hutan tropis. 

Tak hanya itu, kearifan lokal masyarakat adat setempat juga bisa menjadi pembeda jika kawasan ini dikembangkan menjadi desa wisata.

Ya, kearifan lokal itu berupa prosesi Bakawua atau berdoa memasang hajat seperti lazim dilakukan kelompok masyarakat agamis Tariqat Satariyah yang perkembangannya cukup mendominasi di sebagian besar perkampungan adat Minangkabau. 

Menurut Hamzah, pada prosesi adat itu yang biasanya digelar setiap tiga tahun sekali, diawali dengan adanya iring-iringan Ninik Mamak Rajo Tigo Selo ke daerah itu, untuk kemudian melaksanakan haul atau Bakawua ke lokasi hutan yang diyakini merupakan komplek makam nenek moyang mereka di wilayah Koto Lamo, bermunajat memohon perlindungan Sang Pencipta dan ditandai dengan penyembelihan kerbau untuk disantap bersama setelah berzikir dan berdoa. 

Menurut salah seorang tokoh agama Kabupaten Dharmasraya, Ustaz Maulana Yatim, kegiatan Bakawua itu memang sudah dilaksanakan secara turun temurun dan dimaknai dengan upacara tolak bala. 

"Penyebarannya sudah terjadi sejak dahulu kala dan biasanya disyiarkan langsung oleh pemimpin adat yang kala itu juga berperan sebagai pemimpin agama," ungkapnya. 

Di bidang pertunjukan kesenian tradisi, sebagaimana disampaikan salah seorang pelaku seni tradisi asal Nagari Silago,  Rosna Yenti (24), menceritakan daerah itu juga mempunyai kesenian unik berupa tarian Silek Bailau, dengan dasar silek kumango khas Nagari Lubuk Karak. 

"Kesenian itu merupakan kombinasi unik antara gerakan silat, tari piring dengan diiringi penabuh canang atau gong kecil sebagai sumber irama gerak," jelasnya.

Biasanya, lanjut dia, kesenian tersebut ditampilkan pada saat prosesi penyambutan tamu agung dan dimainkan oleh 13 anggota regu. 

Menanggapi hal itu, Bupati Petahana Sutan Riska Tuanku Kerajaan, mengatakan, keragaman adat dan budaya wilayah Kerajaan Dharmasraya tempo dulu hingga masuknya peradaban agama Islam merupakan bagian penting yang tak bisa dipisahkan dengan visi membangun Dharmasraya ke depan. 

"Visi Dharmasraya yang Agamis, Berbudaya, Maju dan Sejahtera bisa dikatakan sebagai saripati dari implementasi membangun kembali peradaban dan kejayaan masa lalu dengan konsep kekinian mengikuti perkembangan zaman," jelasnya. 

Terkait upayanya untuk menjadikan kebudayaan sebagai salah satu visi yang ia tawarkan, jika kembali terpilih maka upaya penguatan lobi-lobi ke pihak kementerian terkait seperti selama ini, adalah ikhtiar wajib yang akan ia tuntaskan nantinya. 

"Semoga dengan niat baik dari keinginan yang baik dari masyarakat Dharmasraya dalam membangun daerahnya, bisa menjadi modal yang kuat dalam mewujudkan itu semua," tutupnya.(*)
 

Reporter : Rully Firmansyah | Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]